PN Pangkalpinang Gelar Sidang Korupsi Pengadaan Pupuk Dinhutbun Basel

Dalam sidang agenda pembacaan dakwaan tersebut menghadirkan 3 terdakwa Kr (selaku staf PPK), Hm (kontraktor CV DCU dan Yd (selaku PPK

PN Pangkalpinang Gelar Sidang Korupsi Pengadaan Pupuk Dinhutbun Basel
Bangka Pos / Ryan Agusta Prakasa
ilustasi 

Laporan wartawan Bangkapos, Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Pengadilan Negeri (Tipikor) Pangkalpinang mengggelar sidang perkara tindak pidana korupsi (tipikor) pengadaan pupuk organik tahun anggaran 2012 pada intansi Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupatan Bangka Selatan (Basel) senilai Rp 3.715.115.250,- bersumber dari dana APBD, Jumat (2/8/2016).

Sidang perdana itu pun dipimpin oleh majelis hakim, Setyanto Hermawan SH MHum dengan anggotanya, Medi Sjahrial Alamsyah SH MH dan Suryadi SH MH dengan agenda sidang pembacaan dakwaan perkara tipikor oleh jaksa penuntut umum (JPU, Andri Irawan SH.

Dalam sidang agenda pembacaan dakwaan tersebut menghadirkan 3 terdakwa Kr (selaku staf PPK), Hm (kontraktor CV DCU dan Yd (selaku PPK).

Dalam dakwaan yang dibacakan oleh JPU, disebutkan Kr selaku staf di intansi Dishutbun Basel terlibat dalam kegiatan protek pengadaan pupuk organik tahun 2012 lalu di Basel.

Terdakwa (Kr) diduga telah melakukan atau turut serta melakukan perbuatan melawan hukum atau sudah merugikan keuangan negara. Kerugian tersebut dari proyek pengadaan pupuk organik perluasan perkebunan lada.

Sedangkan terdakwa Kr dalam proyek tersebut disebutkan JPU tidak memiliki sertipikat sebagai syarat menjadi PPK.

Selain itu Kr pun disebutkan diduga telah melakukan perjalanan ke Lampung dalam rangka survey, bahkan dalam penetapan harga HPS tetapi terdakwa tidak mengikuti harga survey. Sedangkan diketahui HPS yakni senilai Rp 3.315.315.000 itu justru dibuat terdakwa diduga tidak berdasarkan survey,

Dugaan penyimpangan lain pun dalam sempat disebutkan pula jika dalam proses kegiatan pelelangan proyek pupuk organik itu diketahui ada 7 perusahaan yang ikut tender lelang, namun diduga terdakwa (Yu) ikut mengarahkan satu perusahaan yang ikut dalam proses lelang tender itu menjadi pemenang.

Bahkan dalam kegiatan proyek pupuk organis di Basel pada waktu itu pun diduga telah terjadi upaya rekayasa pelelangan dengan motif mengarahkan kepada salah satu pemenang, namun hal itu justru bertentangan dengann ketentuan ULP dan pengadaan barang dan jasa.

Halaman
12
Penulis: ryan augusta
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved