Inilah Kisah Tragis 9 Orang yang Mati Menggenaskan Akibat Tertawa Berlebihan,

ketawa memang bisa membuat kita sehat dan dapat menghilangkan stress. Namun siapa sangka jika kebiasaan itu malah menjadi akhir hidup

Inilah Kisah Tragis  9 Orang yang Mati Menggenaskan Akibat Tertawa Berlebihan,
net
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM--Hati-hati buat kamu yang masih suka tertawa meringkik seperti keledai, alias terlalu berlebihan.

Pada umumnya, ketawa memang bisa membuat kita sehat dan dapat menghilangkan stress. Namun siapa sangka jika kebiasaan itu malah menjadi akhir hidup seseorang.

Contohnya 9 kisah orang mati akibat tertawa berlebihan dibawah ini. Kasus kematian mereka mungkin terdengar aneh, hoax dan dianggap lelucon.

Sebenarnya memang tidak secara langsung tertawa jadi biang keladi penyebab kematian, tapi akibat dari tertawa itu sendiri bisa membuat 'tersedak', batuk-batuk sehingga saluran pernafasan terhalang cukup banyak dan oksigen tidak dapat masuk ke paru-paru.

Ditambah lagi hormon adrenalin berlebihan yang bisa memicu serangan jantung, sesak nafas, dan kelainan fungsi otak. Hal ini sama bahayanya ketika kita sedang dikagetkan tiba-tiba oleh orang lain.

1. Fitzherbert

Kisah kematian gara-gara tertawa berlebihan pertama terjadi pada Nyonya Fitzherbert yang meninggal pada bulan April tahun 1872, saat itu nyonya Fitzherbert sedang menonton pertunjukan Beggar’s opera.

Ketika di tengah-tengah pertunjukan seorang tokoh bernama Polly sedang melakukan adegan yang sangat konyol, hingga memancing Nyonya Fitzherbert tertawa begitu keras sampai-sampai dia dikeluarkan karena dirasa mengganggu penonton yang lain.

Selang satu minggu setelah kejadian, nyonya Fittzherbert dikabarkan mati karena terserang histeria yang berkelanjutan akibat sering mengingat kejadian lucu malam itu.

Untung saja gak ada penonton yang mati gara-gara nonton wayang opera van java ya, kalo ada bakal heboh nih Indonesia, dikabarkan ada orang yang mati karena tertawa terbahak-bahak gara-gara liat adegan sule sedang ngebully aziz gagap hehehe

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved