Politik Uang Warnai Pilgub Babel, Pers Berperan Melakukan Penyadaran Publik

pers menjadi bagian tak terpisahkan untuk melakukan gerakan pencerahan yang disuarakan para ilmuwan sosial politik.

Politik Uang Warnai Pilgub Babel, Pers Berperan Melakukan Penyadaran Publik
bangkapos.com/Alza
Suasana seminar nasional Dekan Fisip PTN se-Indonesia, Sabtu (3/9/2016). Bangka Pos/alza munzi

Laporan Wartawan Bangka Pos, Alza Munzi

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Media massa memiliki peran penting dalam rangka memberikan penyadaran kepada masyarakat terkait pluralisme dan demokrasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Momentum Pilgub Babel pada Februari 2017 mendatang, pers menjadi bagian tak terpisahkan untuk melakukan gerakan pencerahan yang disuarakan para ilmuwan sosial politik.

"UBB (Universitas Bangka Belitung) akan terjun dalam partisipasi demokrasi dan pluralisme di Babel. ‎Ilmuwan tidak hanya belajar tapi memprediksi yang akan terjadi, gagasan kadang tidak tersampai ke publik. Di sinilah peran pers diharapkan mampu mendorong penyampaian ilmu pengetahuan dari kalangan kampus," kata Dekan Fisip UBB Doktor Ibrahim di Aston Soll Marina Hotel Bangka, Sabtu (3/9/2016).

Pria 35 tahun itu menyebutkan, ‎permainan transaksi partai politik masih dominan dan politik uang tetap ada dalam pertarungan perebutan kekuasaan BN 1 nantinya.

Menurutnya, upaya itu cara terbaik dilakukan pasangan calon untuk mendapatkan kemenangan. Sehingga, masyarakat harus secara masif disadarkan agar memilih pasangan calon yang tepat.

"Saya tidak bisa menyampaikan siapa yang tepat. Meski say‎a memiliki pandangan tersendiri terhadap masing-masing bakal calon,"ungkap bapak tiga anak ini.

Fisip UBB menjadi tuan rumah Forum Dekan Fisip/Fisipol/FIS PTN se-Indonesia yang berlangsung Jumat-Minggu (2-4/9/2016). ‎

Ibrahim mengaku, acara tersebut memang politis, namun membahas realitas yang ada secara keilmuan dan membangun kualitas demokrasi di Indonesia termasuk Babel.‎

Dia berharap dari s‎eminar tersebut, dunia kampus melakukan gerakan edukatif dan praktik secara luas.‎

Disinggung tiga bakal calon Gubernur Babel 2017, Rustam Effendi, Erzaldi dan Hidayat‎,‎ yang semakin gencar melempar pecitraan di tengah masyarakat, Ibrahim menyebutkan kalangan kampus dapat memberikan kontribusi antisipatif sesuai keilmuannya.

"Seperti yang disampaikan Mensesneg Prof Pratikno, ilmu sosial politik dapat memprediksi kemungkinan yang bakal terjadi,"ujarnya tanpa menyebut kriteria calon gubernur terbaik bagi Babel.

Penulis: Alza Munzi
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved