Breaking News:

Ahok Diusulkan Jadi Calon Menteri ESDM

Di dalam survey IESR, Ahok bersaing ketat dengan pengamat ekonomi dan dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Faisal Basri.

Editor: fitriadi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bersiap mengikuti sidang lanjutan di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Rabu (31/8/2016). Sidang lanjutan tersebut beragendakan perbaikan permohonan uji materi Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Sudah satu bulan jabatan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengalami kekosongan.

Sejak Arcandra Tahar dicopot secara terhormat karena memiliki dua kewarganegaraan, Luhut Binsar Pandjaitan untuk sementara menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Menteri ESDM.

Dari hasi survey Institute for Essential Service Reform (IESR), masyarakat memilih orang-orang yang layak jadi Menteri ESDM.

Beberapa diantaranya muncul nama Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau akrab dipanggil Ahok.

Tujuan survey tidak merekomendasikan nama-nama tertentu.

"Nama Ahok muncul karena masyarakat memilih," ujar Pengamat energi dari IESR Fabby Tumiwa pada diskusi Energi Kita, Jakarta, Minggu (4/9/2016).

Di dalam survey IESR, Ahok bersaing ketat dengan pengamat ekonomi dan dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Faisal Basri.

Jika Ahok masuk di posisi lima besar sedangkan Faisal Basri di urutan ke enam.

"Nomor Lima dan enam prosentasenya beda 0,1, ada pak Ahok dan Faisal Basri," kata Fabby.

IESR melakukan survey pada 22 sampai 26 Agustus 2016 melalui internet.

Hal itu untuk menjaring secara terbuka kepada publik nama-nama kandidat yang layak untuk menduduki posisi Menteri ESDM setelah ditinggalkan oleh Arcandra Tahar.

Terdapat 1.881 responden dengan rentang usia dan latar belakang beragam. Jumlah pemilih yang valid sebanyak 1.874 orang.

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved