Senin, 13 April 2026

Operasi Tangkap Tangan KPK

Bupati Banyuasin Ditangkap KPK Saat Hajatan Naik Haji

Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian ditangkap saat hajatan keberangkatan haji di rumah dinas,ia.

Editor: fitriadi
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian mendapat pengawalan ketat saat hendak diterbangkan oleh penyidik KPK ke Jakarta, Minggu (4/9/2016). 

BANGKAPOS.COM, PALEMBANG -- Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Banyuasin, Sumsel, Minggu (4/9/2016), menyuguhkan drama tersendiri yang menyedihkan.

Seolah tidak ingin kehilangan buruannya, KPK beserta rombongan polisi dari Brimob tanpa segan beraksi di Rumah Dinas Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian.

Miris! Yan Anton digiring KPK sesaat setelah ia bersama keluarga besarnya dan tamu undangan lainnya, menggelar hajatan sebelum sang bupati menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci, Mekkah, Senin (5/9/2016) besok.

"Bupati tadi pagi hajatan untuk syukuran naik hajinya, tapi pada saat itu 6 mobil plus 1 bus sudah stand by di lokasi acara hajatan," ucap sumber terpercaya Sripo.

Dikatakan, sebelum penangkapan, dalam suasana hajatan itu turut hadir Ayahanda Yan Anton, Amiruddin Inoed, yang juga mantan Bupati Banyuasin.

Kemudian, tokoh-tokoh di Banyuasin dan para pejabat SKPD di Pemkab Banyuasin.

"Baru sekitar jam.11.30 acara selesai, tiba-tiba rombongan masuk dan terjadi pembicaraan dengan bupati,"

"Terus pak bupati yang masih pake baju koko putih sempat masuk ke arah rumah kediaman untuk ganti baju kotak-kotak, seperti baju Jokowi," jelasnya.

Selanjutnya, sekitar pukul 11.45 WIB, Yan Anton langsung dibawa ke Dirkrimsus Polda Sumsel.

Selain Bupati Banyuasin, ada tiga orang lainnya yang juga ikut dibawa KPK ke Palembang antara lain, Kepala Dinas Pendidikan, Umar Usman, Kabag ART, Rustamin Alias Darus, dan seorang kontraktor.

Setelah menjalani pemeriksaan di Dirkrimsus Polda Sumsel, Bupati Banyuasin langsung diterbangkan penyidik KPK ke Jakarta.

Seperti dikutip Sriwijaya Post, tampak petugas Polda Sumsel yang dipimpin Direktur Reserse Kombes Tomsi menjaga proses pemindahan Yan Anton Ferdian ke dalam mobil bus.

Selain Yan Anton Ferdian, penyidik KPK juga membawa tiga orang lainnya.

Yan Anton Ferdian tampak menggunakan kemeja bermotif kotak-kotak. Ia hanya tersenyum dan enggan berkomentar terkait penangkapannya.

"Maaf ya, maaf ya," ujar Yan Anton saat akan memasuki bus untuk menuju bandara.

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved