Polisi Sita Emas Hasil Penambangan Liar, Pemiliknya Kabur

Polres Sarolangun, berhasil menyita sejumlah emas yang diduga dari hasil Penambangan Emas Tanpa Izin

Polisi Sita Emas Hasil Penambangan Liar, Pemiliknya Kabur
KONTRIBUTOR KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTY
Ilustrasi: Tenda dan tempat pengolahan emas milik para penambang ilegal 

BANGKAPOS.COM, SAROLANGUN - Polres Sarolangun, berhasil menyita sejumlah emas yang diduga dari hasil Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), saat mengelar razia gabungan, Rabu (31/8) lalu.

Namun sayangnya, si pembahwa emas yang disinyalir merupakan pemain PETI tersebut, malah berhasil lolos.

Informasi yang didapatkan Tribun, saat mengelar razia, anggota Polres Sarolangun menghentikan satu unit mobil Avanza. Setelah dilakukan pengeledahan, dari tangan pengendara ditemukan emas yang diduga hasil PETI.

"Kemarin ada polisi mengamankan pelaku PETI yang membawa emas. Tapi polisi hanya menyita emasnya saja, sedangkan pelaku tidak," ujar sumber kepada Tribun, Jumat (2/9).

Dia mengaku tak tahu pasti, berapa jumlah emas yang disita polisi tersebut. Namun jika diuangkan, jumlahnya lebih dari Rp 100 juta.

"Kalau berapa jumlah pastinya saya tidak tahu. Tapi yang jelas mobil yang ikut disita saat razia kemarin, juga sudah dikeluarkan," tuturnya.

Wakapolres Sarolangun, Kompol Ricki, yang berhasil ditemui membenarkan, bahwa pihaknya berhasil menyita emas yang diduga dari hasil PETI. Namun dirinya membantah telah membebaskan pelaku yang membawa emas tersebut.

"Itu terjadi saat anggota kami mengelar razia gabungan," sebut Ricki.

Disinggung kenapa hanya emasnya saja yang disita, sementara pemilik emas dibebaskan, Ricki mengatakan, pelaku bukan dilepaskan, namun berhasil kabur saat diamankan.

"Pelakunya berhasil kabur. dia kabur karena mengaku akan mengambil surat-surat di rumahnya," ujarnya.

Sementara terkait kendaraan yang digunakan pelaku, juga telah dikembalikan kepada pemiliknya. Ricki yang enggan berkomentar banyak. Dia mengatakan bahwa dalam kasus kegiatan PETI, mobil bukan merupaan suatu alat.

"Saya juga kurang jelas, untuk lebih jelasnya coba hubungi bagian reskrim atau polsek kota," ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Sarolangun, Iptu Dimas, belum bisa dikonfirmasi. Dihubungi melalui nomor ponselnya, meski bernada aktif namun panggilan Tribun tak dijawab. Begitu juga SMS yang dikirimkan, tak dibalasnya.

Sedangkan Kapolsek Kota, AKP Sandi, dikonfirmasi mengaku tak mengetahui adanya penangkapan tersebut.

"Saya tidak tahu mengenai hal itu. Mungkin di polres di bagian reskrim,"pungkasnya. (tribun jambi)

Editor: edwardi
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved