Smartphone Satu Truk Diselundupkan Melalui Pelabuhan Tikus

Pekanbaru menjadi sasaran empuk penyelundup ponsel. Ini terlihat dari tangkapan Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Polda Riau

Smartphone Satu Truk Diselundupkan Melalui Pelabuhan Tikus
GSM Arena
Ilustrasi: smartphone Android 

BANGKAPOS.COM, PEKANBARU - Pekanbaru menjadi sasaran empuk penyelundup ponsel. Ini terlihat dari tangkapan Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Polda Riau, Pada Sabtu (3/9) dini hari.

Belasan ribu unit smartphone berbagai merek, seperti iPhone, Samsung, Acer, dan Xiaomi.

"Total 13.114 unit, dan ada 9 dus aksesoris. Taksiran harga sekitar Rp 6 miliar. Kerugian ditaksir sekitar 20 persen karena tidak pakai cukai," ungkap Kapolda Riau, Brigjen Pol Supriyanto dalam ekspose di Mako Ditpolair Polda Riau.

Ponsel tersebut diamankan dalam sebuah truk box dari rumah tersangka berinisial S. Polisi bilang ponsel itu diselundupkan melalui Batam ke Kabupaten Bengkalis, di pelabuhan tikus.

Mulanya, Kasubdit Gakkum Ditpolair mendapat info ada kapal motor mengangkut elektronik dari Batam ke Pekanbaru. Sesuai info, kapal motor akan bersandar pelabuhan Lubuk Muda Siak Kecil, Kecamatan Bengkalis. Dari sinilah, dimulai penyelidikan.

Saat berada di pelabuhan, tim Polair yang terdiri dari tujuh orang termasuk Kasubdit Gakum tidak menemukan apapun, selain mobil truk box.

Mobil box bergerak dari pelabuhan menuju ke arah perkampungan, diduga rumah pemilik barang. Mobil dibuntuti, berhenti di salah satu rumah yang tidak jauh dari pelabuhan, sekitar dua kilo meter.

"Anggota mencari ketua RT kemudian diajak menyaksikan pelaksananaan pembongkaran rumah dan truk tersebut. Hasilnya ditemukan beberapa kardus diduga berisi elektronik, ditutupi kardus-kardus bekas kosong," lanjut Kapolda, merincikan kronologis penangkapan.

Dari lokasi tersebut truk dan tersangka digiring ke Mako Ditpolair Polda Riau untuk dilakukan perhitungan. Setelah dihitung, jumlahnya terdiri dari iPhone sebanyak 2.638 unit, terdiri dari iPhone 6 plus, lengkap dengan kardus, dan oPhone 5 batangan tanpa kardus.

Selain itu juga ada Samsung Galaxy sebanyak 80 unit, dan 5 Samsung Tab. Smartphone merek Xiaomi sebanyak 9.960 unit lengkap dengan kotaknya. Juga ada merek Acer sebanyak 441 unit. Selain itu juga terdapat sembilan dus yang berisi aksesoris handpone.

"Seluruhnya tanpa pita cukai. Total taksiran harga semuanya sekitar Rp 6 miliar, dengan dugaan kerugian negara sekitar 20 persen dari nominal harga," terang Kapolda.

Tersangka berinisial S merupakan warga Dumai. Saat ini ia diamankan di Mako Ditpolair Polda Riau. Belum diketahui kemana ia akan menjual barang tersebut.

"Masuknya dari Batam ke Riau di pelabuhan tikus, bukan pelabuhan resmi. Pengakuannya kita masih lakukan pendalaman. Yang jelas ini baru pertama," kata Kapolda. (tribunpekanbaru)

Editor: edwardi
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved