Kapolsek Mendobarat Bantah Ada Maling Lada Dihakimi Massa

Beredar kabar, pencuri lada diamuk massa di Dusun Kota Kapur Kecamatan Mendobarat Bangka.

Kompas.com
Ilustrasi pemukulan. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Beredar kabar, pencuri lada diamuk massa di Dusun Kota Kapur Kecamatan Mendobarat Bangka.

Pelakunya kemudian diserahkan kepada Polsek Mendobarat, guna proses hukum. Namun anehnya, Kapolsek Mendobarat menyatakan tak ada insiden amuk masa yang dimaksud, termasuk tak ada penangkapan soal pencuri yang disebutkan.

Kabar ini disampaikan oleh seorang anggota LSM di Babel, yang tak ingin disebutkan namanya kepada Bangka Pos Group, Senin (5/9/2016).

"Ada info bahwa Hari Jumat (2/9/2016) Santo kehilangan sahang (lada) sebanyak satu karung. Sebelumnya warga juga kehilangan sahang atas nama Syamsu sebanyak satu karung. Kesal atas kejadian tersebut, sekitar 300 masyarakat mencari tersangka maling sahang itu," kata pemberi informasi ini kepada Bangka Pos Group, Senin (5/9/2016).

Pencarian warga lanjut si pemberi informasi, membuahkan hasil. Warga dapat info bahwa saudara KD dan saudara HN menjual lada kepada penampung, yaitu saudara FR.

Inilah yang kemudian menjadi awal kecurigaan warga bahwa KD dan HN pelakunya. Warga pun mengintrogasi KD dan HN. Saat diintrogasi warga, KD dan HN mengakui bahwa lada tersebut milik saudara Santo.

"Para tersangka mengaku bahwa mereka disuruh oleh saudara DF (DPO). Akhirnya KD dan HN diamankan di rumah Kades Kota Kapur, Edi Chandra dan melapor ke Polsek Mendobarat. Saat itu sempat terjadi amuk masa pada KD dan HN karena kesal terhadap ulah para pelaku," kata si pemberi informasi.

Sayang Kades Kota Kapur, Edi Chandra belum berhasil dikonfirmasi Bangka Pos Group. Namun salah satu Kadus di desa setempat, Syarifudin Dagol, sempat dikonfirmasi wartawan melalui pesan singkat (SMS) telepon seluler, Senin (5/9/2016).

"Yang kita tahu memang benar ada penangkapan pencuri sahang (lada) di Kota Kapur Jumat tadi. Sekarang ditangani Polsek Mendobarat. Untuk info lengkap bisa tanya langsung ke Polsek Mendobarat," katanya.

Apakah betuk KD dan HN pelaku pencurian yang dimaksud? Kadus enggan menjelaskannya secara pasti.

"Mohon maaf sebumnya, kebetulan saat kejadian kita tidak ada di tempat. Alangkah lebih bagus bapak (wartawan) tanya langsung ke pihak yang berwenang karena kita tidak tahu persis, takut salah informasi," elak Kadus.

Kapolsek Mendobarat AKP Sugiharto dikonfirmasi Bangka Pos Group melalui pesan singkat (SMS) telepon selulernya, Senin (5/9/2016), mengaku tak ada kejadian apa-apa di di wilayah hukum binaannya.

Begitu juga saat ditanya apakah ada maling dihakimi massa atau adakah pelaku yang ditangkap polisi di wilayah ini? Kapolsek memastikan tidak. "Tidak ada," kata Kapolsek.

Penulis: ferylaskari
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved