Dishub Tak Punya Dana, Traffic Light Perempatan Lembawai Dibiarkan Tak Menyala

"Lampu merah perempatan Lembawai itu sampai saat ini belum bisa kita perbaiki dikarenakan kita tidak memiliki dana untuk itu,

Dishub Tak Punya Dana, Traffic Light Perempatan Lembawai Dibiarkan Tak Menyala
Bangkapos.com/Ryan Agusta
Kondisi trafic light di persimpangan jalan raya Sudirman-Lembawai Kota Pangkalpinang kini dipasang pembatas jalan oleh pihak Dishub kota Pangkalpinang. 

Laporan wartawan Bangkapos Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Terhitung hampir satu bulan lampu merah (traffic light) yang berada di perempatan jalan Sudirman-Lembawai, Kota Pangkakpinang tak berfungsi.

Bahkan pihak pemerintah daerah terkesan tak mempedulikan kondisi lampu lalu lintas jalan yang sampai saat ini dalam kondisi tak berfungsi.

"Lampu merah perempatan Lembawai itu sampai saat ini belum bisa kita perbaiki dikarenakan kita tidak memiliki dana untuk itu," kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi & Informasi (Dishubkominfo) Kota Pangkalpinang, Anggo Rudi saat dihubungi melalui ponselnya, Selasa (6/9/2016) siang.

Rencananya pihak pemerintah daerah (Pemkot Pangkalpinang) akan memperbaiki kondisi lampu merah perempatan Lembawai tersebut namun lantaran terkendala dana sehingga rencana tersebut tertunda.

"Diperkirakan biaya perbaikan lampu merah itu Rp 80 juta. Jadi kita sendiri saat belum ada dana, lampu merah itu sebenarnya dulu dibangun oleh pihak swasta," jelasnya.

Bahkan pihak Dishubkominfo Kota Pangkalpinang menurut Anggo sebelumnya sempat mendatangi kantor PT Qomunicon Indonesia di Jogjakarta guna menanyakan perihal biaya perbaikan lampu merah Lembawai tersebut.

Kondisi lampu merah perempatan Lembawai tak berfungsi sebelumnya sempat pula menuai sorotan sekaligus kritikan dari sebagian besar pengguna jalan/pengendara kendaraan bermotor lantaran khawatir atau cemas akan terjadi kecelakaan lalu-lintas (lakalantas) ketika melewati perempatan lampu merah Lembawai itu.

Sementara seorang warga Kota Pangkalpinang, Awi (35) justru mengaku bingung terkait dampak lampu merah perempatan Lembawai kini tak berfungsi, begitu pula sebaliknya ketika lampu merah Lembawai berfungsi justru ia sendiri tak bisa mengunci pintu mobil miliknya dengan menggunakan sistem otomatis alarm.

"Warga yang menetap di sekitar dekat lampu merah Lembawai ini terkadang bingung gara-gara dampak lampu merah itu justru warga termasuk saya yang memiliki mobil tak bisa mengunci mobil secara otomatis," jelasnya.

Awi mengaku dulu ia pernah mengalami kejadian yang membuatnya bingung lantaran pintu mobilnya justru tak bisa dibuka ketika usai mengambil uang dari ATM bank yang jaraknya cukup dekat dengan lampu merah Lembawai.

"Usai dari ATM atau pas hendak masuk ke dalam mobil justru pintu mobil saya nggak bisa sama sekali dibuka. Nah itu kan saya duga salah satu penyebab atau dampak dari radiasi lampu merah Lembawai yang menggunakan tenaga surya/modul surya (solar cell)," katanya. (rap)

Penulis: ryan augusta
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved