Sempat Berdebat di Ruang Sidang, tapi Ahok Kasihan Lihat Sanusi

Sanusi sempat berjabat tangan kembali dengan Ahok dan Sanusi sebelum kembali duduk di tempatnya.

Sempat Berdebat di Ruang Sidang, tapi Ahok Kasihan Lihat Sanusi
Tribunnews.com/Dennis Destriyawan
Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama merangkul eks Anggota DPRD DKI Sanusi saat sidang kasus suap reklamasi pantai Jakarta, Senin (5/9/2019 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku kasihan dengan nasib mantan anggota DPRD DKI yang terjerat kasus suap reklamasi, Mohamad Sanusi.

Kondisi itulah yang diakui Ahok membuatnya mendekati Sanusi dan memberikan semangat saat digelarnya sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta Senin (5/9/2016) pagi.

"Saya kenal baik kok. Dia kan sudah dipenjara, kasihan. Dideketin, kasih semangat sambil tepuk-tepuk tangan," ujar Ahok.

Pada sidang tadi pagi, Ahok dan stafnya Sunny Tanuwidjaja sempat menyapa Sanusi saat hakim menskors sidang. Ahok terlihat bangun dari kursinya dan menghampiri Sanusi.

Keduanya saling melempar senyum dan berjabat tangan. Ahok tampak merangkul pundak Sanusi yang menggunakan kemeja berwarna hitam. Setelah itu, Sanusi menghampiri Sunny dan berjabat tangan.

Mereka berdua juga "cipika-cipiki" bagaikan teman lama. Setelah itu, Sanusi keluar dari ruang sidang. Saat skors sidang akan dicabut, Sanusi kembai masuk ke ruang sidang.

Sanusi sempat berjabat tangan kembali dengan Ahok dan Sanusi sebelum kembali duduk di tempatnya.

Sempat terjadi perdebatan antara Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dengan kuasa hukum Mohamad Sanusi, Maqdir Ismail, dalam sidang kasus dugaan suap raperda reklamasi.

Perdebatan ini terjadi karena Basuki menilai Maqdir melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang tidak relevan.

Awalnya, Maqdir mempertanyakan alasan Ahok (sapaan Basuki) menentukan tambahan kontribusi sebesar 15 persen.

Halaman
123
Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved