Pedagang Sapi Keluhkan Sepi Pembeli

Sejauh ini penjualan sapi kurban di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Pedagang Sapi Keluhkan Sepi Pembeli
BANGKAPOS.COM/EMIL MAHMUD
HEWAN KURBAN - Ahmad (30) pedagang sekaligus pemilik peternakan di Padang Mulia Koba, Kabupaten Bangka Tengah, KepulauanBabel memberi rumput untuk sapi piaraan yang dijual untuk hewan kurban. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Emil Mahmud

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sejauh ini penjualan sapi kurban di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), mengalami penurunan atau sepi pembeli dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Para pedagang sapi, mengeluhkan omzet penjualan yang cenderung stagnan meskipun hari raya kurban atau Idul Adha 1437 H tinggal beberapa hari lagi, atau tepatnya 12 September 2016.

Pedagang Sapi, Ahmad, mengatakan, pesanan dari panitia masjid maupun dari pihak pemerintah dan swasta dirasakan jauh berkurang.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya, sapi-sapi yang terjual menjelang hari raya kurban bisa mencapai 60 sampai 100 ekor. Sementara tahun ini, pedagang baru bisa menjual sebanyak 50 ekor saja.

Lambatnya proses penjualan, membuat pedagang pengumpul harus mengeluarkan biaya ekstra untuk pemeliharaan dan penyediaan pakan.

Kondisi sepi pembeli ini membuat pedagang sapi tidak berani menaikan harga jual.

"Harga setiap ekor sapi berkisar Rp 14 juta hingga Rp 25 juta. Sapi-sapi yang tersedia di antaranya dari jenis sapi bali dan sapi limosin," kata Ahmad saat ditemui di kandang pemeliharaan sapi di Kelurahan Padang Mulia, Bangka Tengah, kepada Bangkapos.com, baru-baru ini.

Sapi-sapi yang dijual di Bangka Tengah seluruhnya didatangkan dari luar daerah seperti dari Lampung dan Madura.

Pengiriman sapi dari produsen ke pedagang/dilakukan menggunakan kapal lewat jalur laut.

Penulis: emil
Editor: emil
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved