Pemberian Antibiotik pada Bayi Berdampak Buruk di Usia Dewasa

Pemberian antibiotik pada bayi berusia kurang dari dua tahun ternyata memiliki efek jangka panjang.

Pemberian Antibiotik pada Bayi Berdampak Buruk di Usia Dewasa
http://buahhati.co.id
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM - Pemberian antibiotik pada bayi berusia kurang dari dua tahun ternyata memiliki efek jangka panjang.

Menurut studi terhadap ratusan ribu orang, diketahui dampaknya adalah menderita alergi di usia dewasa.

Jenis alergi yang mungkin diderita adalah eksim kulit dan rinitis alergi (hay fever) yang memiliki gejala bersin-bersin dan hidung berair.

Hasil analisa ekstensif terhadap lebih dari 400.000 orang itu dipresentasikan dalam pertemuan tahunan Ikatan Ahli Pernapasan Eropa di London.

Beberapa studi sebelumnya telah menemukan kaitan antara penggunaan antibiotik yang terlalu dini dengan penyakit alergi, tetapi hasilnya kurang konsisten.

Menurut ketua peneliti Fariba Ahmadizar dari Universitas Utrecht, antibiotik akan mengganggu kerja sistem imun tubuh dengan memengaruhi mikroba usus. Hal itu berdampak negatif pada respon imun.

Para ilmuwan juga sejak lama mengamati peningkatan kasus alergi di negara berkembang. Salah satu yang diduga jadi pemicunya adalah berubahnya paparan kuman pada anak-anak.

Penelitian terbaru yang dilakukan Ahmadizar ini mengkaji 22 penelitian yang dilakukan antara tahun 1966 dan 2015.

Kemudian diketahui terjadi peningkatan risiko eksim sampai 41 persen dan rinitis alergi sampai 56 persen akibat pemberian antibiotik pada bayi.

Kaitan antara kedua hal itu semakin kuat jika seseorang diberikan lebih dari satu kali antibiotik saat bayi.

Menurut Adam Finn, pakar kesehatan bayi yang tidak terlibat dalam penelitian ini, hasil studi ini memperkuat bukti efek negatif antibiotik.

"Para ahli sudah lama mencemaskan resistensi antibiotik akibat penggunaan yang berlebihan," katanya.

Meski demikian, menurut Finn, dokter juga perlu mempertimbangkan manfaat dan bahaya antibiotik karena bagaimana pun antibiotik adalah obat yang penting untuk melawan infeksi bakteri dan sudah menyelamatkan jutaan nyawa.

Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved