Beltim Jadi Pilot Project SLRT Kemensos RI, Fasilitatornya Dipinjami Tablet

Sebanyak 50 orang fasilitator Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) menerima tablet (TAB).

Beltim Jadi Pilot Project SLRT Kemensos RI, Fasilitatornya Dipinjami Tablet
IST
Suasana bimtek SLRT Kemensos RI di ruang Satu Hati Bangun Negeri, Kantor Bupati Beltim, Kamis (8/9/2016).

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Sebanyak 50 orang fasilitator Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) menerima tablet (TAB).

Perangkat tersebut akan dipergunakan untuk mengup-date data terpadu layanan pengentasan kemiskinan masyarakat desa di Kabupaten Belitung Timur (Beltim).

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsoskertrans) Kabupaten Beltim, Syahpandi menuturkan, tablet tersebut berasal dari Kementerian Sosial RI. Selain tablet, Kementerian juga memberikan 5 buah laptop untuk suvervisor dan manager.

“Pemberian tablet dan laptop ini dikarenakan Kabupaten Beltim dijadikan daerah percontohan pilot project untuk program pengentasan kemiskinan. Tapi ini bukan hibah, hanya sekedar pinjam pakai saja,” ungkap Syahpandi di sela-sela acara Bimbingan Teknis Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu, di Ruang Rapat Satu Hati Bangun Negeri, Kantor Bupati Beltim seperti dikutip dalam siaran pers Humas Pemkab Beltim yang diterima Pos Belitung, Kamis (8/9/2016)

Tablet dan laptop diisi dengan data-data terpadu masyarakat penerima bantuan sasaran pengentasan kemiskinan. Tugas dari fasilitator adalah mengupdate data yang sudah ada dan mengirimkannya ke pusat.

“Di dalamnya ada piranti lunak tentang data-data 35.101 orang masyarakat miskin di Kabupaten Beltim. Nah sebagai fasilitator di tingkat desa, mereka akan mengisi, nanti disingkronisasikan dengan data yang ada di pusat,” kata Syahpandi

Mantan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Beltim ini optimis dengan adanya perangkat dan basisi data terpadu, angka exclution dan inclution error dapat tereliminasi. Ia berharap penerapan sistem akan memaksimalkan program pengentasan kemiskinan di Kabupaten Beltim.

“Kita punya sistem handal yang menghasilkan produk data up to date setiap waktu. Dengan sistem ini kita dapat menekan error data, sehingga salah sasaran dapat dihindari. Daerah kita relative kecil, kebijakan juga sudah satu arah jadi optimis program ini akan berhasil,” kata dia (*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved