Kisah Bocah Yatim Penderita Leukemia

Demi Bantu sang Ibu dan Beli Obat , Bayu Pranata Tiap Hari Jalan Kaki Jualan Pempek

Divonis menderita penyakit leukimia sejak usia tiga tahun, tak membuat siswa kelas satu itu terpuruk dan putus asa

Demi Bantu sang Ibu dan Beli Obat , Bayu Pranata Tiap Hari Jalan Kaki Jualan Pempek
Bangka Pos/alza munzi
Bayu didampingi ibunya, Venti (45) saat memegang toples berisi uang tabungan untuk berobat, Rabu (7/9/2016). 

BANGKAPOS.COM--"Kalau hari ini tidak jualan pempek, kami mau makan apa."

Sepotong kalimat itu keluar dari mulut mungil Bayu Pranata bocah berusia  12 tahun, warga Jalan Pahlawan12, Kelurahan Kacangpedang RT 07 RW 03, Kota Pangkalpinang, Rabu (7/9/2016).

Bocah polos yang sudah menjadi anak  yatim sejak usia 4 tahun itu, sangat sederhana. Boleh disebut, hidupnya penuh kekurangan.

Namun, kegigihan dan semangatnya menjalani hidup tak bisa dipandang biasa-biasa saja.

Divonis menderita penyakit leukimia sejak usia tiga tahun, tak membuat siswa kelas satu SMP Islam Terpadu (IT) NU Pangkalpinang itu terpuruk dan putus asa.

Justru, cara Bayu memaknai hidup sangat menginspirasi. Bagi dia, tak ada kata menyerah selama nyawa masih dikandung badan.

"Saya tidak mau diberi cuma-cuma, bukan hak saya. Kalau mau membantu, beli saja pempek punya mamak," ungkap Bayu saat ditemui di rumah kontrakan yang ditempati bersama ibunya, Venti Dahlia (45) dan adik serta kakak perempuannya.

Di kontrakan sederhana dengan satu kamar dan dapur seadanya itu, Bayu sekeluarga hidup bahagia.

Tak pernah sekalipun dia mengeluh, apalagi protes kepada Tuhan lantaran dilahirkan dalam himpitan ekonomi.

Di ruang tamu, tanpa kursi dan barang berharga lainnya, Bayu kerap melantunkan shalawat Nabi Muhammad menjelang tidur untuk adik bungsunya, Nazila (7).

Halaman
1234
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved