Bung Ijo Langka, Gustari Akan Surati Dewan

Warga mengeluhkan langkanya gas elpiji tiga kilogram atau 'bung ijo' menjelang Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriah ini.

Bung Ijo Langka, Gustari Akan Surati Dewan
bangkapos.com/edwardi
Gustari 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Warga mengeluhkan langkanya gas elpiji tiga kilogram atau 'bung ijo' menjelang Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriah ini.

Padahal gas bersubsidi ini sangat dibutuhkan untuk masak makanan saat lebaran nanti.

Ketua Dewan Pendiri Forum Komunikasi Rukun Tetangga (FKRT) Bangka Gustari mengaku gerah mendengar informasi dari warga sulit mendapatkan gas elpiji tiga kilogram. Gas bersubsidi yang menggunakan anggaran APBN ini menurut Gustari, seharusnya diperuntukkan bagi rumah tangga dan usaha mikro.

"Seharusnya pemerintah dalam hal ini dinas perindagkop dan dinas pertambangan tidak tinggal diam saja melihat kondisi ini. Coba cek di lapangan khususnya di SPBU dan dipantau peredaran tabung gas tiga kilogram yang banyak beredar dijual di depan toko-roko atau warung dengan harga berkisar Rp 18.000 hingga Rp 23.000 per tabung. Coba di tanya dari mana mendapat gas elpijinya, lihat dan pantau siapa saja yang datang membeli gas elpiji di SPBU," sesal Gustari kepada bangkapos.com, Jumat (9/9/2016).

Padahal menurutnya, sesuai dengan Perpres Nomor 104/2007 Pasal 3 Ayat 1 Permen ESDM Nomor 26 Tahun 2009 Pasal 23, menyebutkan Peraturan Mendagri dan Menteri ESDM Nomor 17 Tahun 2012 dan Nomor 5 Tahun 2011 dan Surat Edaran Gubernur Babel Nomor 540/593/III/2016 bahwa tabung gas tidak bisa beredar bebas.

"Sangat disayangkan sekali bila hal ini dibiarkan berlarut-larut karena gas elpiji tiga kilogram yang disubsidi pemerintah menggunakan anggaran APBN dijadikan komersial bagi oknum-oknum yang di percaya, sebagai petugas penyalur gas elpiji tiga kilogram bersubsidi kepada masyarakat rumah tangga dan usaha mikro," ungkap Gustari.

Untuk itu sebagai Ketua Dewan Pendiri FKRT Bangka, ia akan mengirimkan surat ke DPRD Kabupaten Bangka agar bisa membentuk pansus beredarnya tabung gas tiga kilogram secara bebas di toko-toko dan warung dengan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) dan meminta pansus memanggil agen gas elpiji.

Namun ia membantah, upaya yang dilakukannya ini terkait dengan penolakan manajemen PT Silvia Jaya Mandiri sebagai salah salah satu penyalur gas elpiji bersubsidi.

"Apa pun yang diprogramkan atau dilakukan Forum RT, kepentingannya hanya satu demi masyarakat banyak, kedudukan sederajat yang sama dimata dimata hukum dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Gustari.

Penulis: nurhayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved