Mendra Minta Pemkab Bangka Kreatif, Inovatif dan Berani Menggali PAD

"Pemkab Bangka harus inovatif, kreatif dan berani mengali PAD. Kita memberikan apresiasi kepada sekda dalam mengoptimalkan aset dan PBB tetapi ..."

Mendra Minta Pemkab Bangka Kreatif, Inovatif dan Berani Menggali PAD
bangkapos.com/ nurhayati
Rapat paripurna pengesahan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bangka Tahun 2016 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda), Sabtu (10/9/2016) di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Bangka. (nurhayati/bangkapos.com) 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- DPRD Kabupaten Bangka menyoroti berbagai persoalan saat menerima dan menyetujui APBD Tahun Anggaran 2016.

Fraksi Gerindra melalui juru bicaranya Mendra Kurniawan menilai Pemkab Bangka kurang efisien dalam pengelolaan keuangan daerahsehingga terjadi defisit anggaran. Seharusnya kendati ada pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat pemerintah daerah sudah mempersiapkan menghadapi ini.

"Pemkab Bangka harus inovatif, kreatif dan berani mengali PAD. Kita memberikan apresiasi kepada sekda dalam mengoptimalkan aset dan PBB tetapi belum cukup untuk langkah yang berani. Saat defisit anggarann kita kelabakan, kalau PAD besar tidak seperti ini," ungkap Mendra saat rapat paripurna, Sabtu (10/9/2016) mengenai pengesahan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bangka Tahun 2016 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Bangka.

Dia minta SKPD di Pemkab Bangka teliti dalam membuat anggaran kerja agar tidak terjadi defisit anggaran.

"Jangan bupati uringan-uringan. Jangan juga SKPD-nya mau maju bupati tidak support. Mari bersama-sama kalau mau maju," kata Mendra.

Ia berharap di sektor pariwisata Pemkab Bangka lebih gesit mengali PAD karena sektor pariwisata memiliki potensi yang tinggi. Mendra menilai promosi pariwisata di Kabupaten Bangka selalu menggunakan cara tradisional setiap tahun hanya melalui event triathlon.

"Kalau tidak mampu cari swasta mengemasnya. Kalau sudah maju PAD akan meningkat drastis," saran Mendra.

Disisi lain minta SKPD khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Bangka harus lebih transparans.

"Pembangunan jalan harus sesuai tahapan. Jangan tanah puru langsung dihotmix. Ada beberapa titik yg kami temui seperti ini," sesal Mendra.

Pada kesempatan ini ia juga mengkritisisi hilangnya hak pejalan kaki di jalan-jalan sepanjang Jalan Ahmad Yani, Jalur Dua Sungailiat. Selain itu dari rumah dinas wakil bupati hingga ke arah simpang Telkom ruang terbuka hijau dan pohon-pohon dibabat habis.

"Akibatnya trotoar dibuat di atas bandar," kata Mendra.

Sedangkan mengenai aset daerah seperti pasar inpres dia menilai tidak rapi dan kesannya menjadi kumuh.

Untuk itu menurut Mendra Pasar Inpres Sungailiat perlu ditata kembali.

Penulis: nurhayati
Editor: asmadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved