Hanya di Pulau Bangka, Idul Adha Dirayakan Semeriah Lebaran Idul Fitri

Dua hari sebelum Hari Raya Idul Adha 1436 H, Syudariah (70) sudah menyiapkan dua ekor ayam kampung yang dibelinya dari tetangga

Hanya di Pulau Bangka, Idul Adha Dirayakan Semeriah Lebaran Idul Fitri
bangkapos.com/Nurhayati
Sebagian jamaah perempuan, Senin (12/9/2016)melaksanakan Sholat Ied di Halaman Masjid Agung Sungailiat karena ruangan dalam masjid sudah penuh. 

Tidak sedikit, yang merindukan suasana seperti ini. Seperti yang diungkapkan Yanti (26) warga Bangka yang kini berada di Kebumen, Jawa Tengah.

"Untuk pertama kalinya merayakan Idul Adha di luar, jauh dari keluarga, rasanya ada yang hilang," ujar ibu satu orang anak ini.

Lulusan UBB itu ikut bersama suaminya ke Kebumen, untuk keperluan pekerjaan. Dia mengaku sedih dan harus terbiasa menghadapi suasana ini untuk tahun-tahun selanjutnya.

Ketupat Wajib Ada

Tak berbeda dengan Idul Fitri, mayoritas masyarakat Melayu Bangka satu hari sebelum lebaran Idul Adha juga sibuk memasak ketupat maupun memasak beraneka macam masakan seperti rendang dan gulai ayam.

Namun untuk masakan daging rendang ini biasanya porsinya jauh lebih sedikit dibandingkan lebaran Idul Fitri lantaran adanya jatah pembagian daging kurban.

Ketupat merupakan sajian wajib untuk disajikan saat Idul Adha di rumah masing-masing ataupun untuk tradisi Nganggung di mesjid yang dilakukan usai sholat Ied.

"Kalau nggak ada ketupat rasanya belum lebaran. Kalau kami di kampung untuk ketupat ini lebih senang memasak sendiri ketimbang haru beli karena ketupatnya lebih empuk. Soalnya kami memasaknya nggak pakai kompor tapi pakai kayu api. Memang lebih lama tapi ketupatnya lebih empuk dan aromanya lain dibandingkan dengan masak pakai kompor," ungkap Syahrul warga Pangkalpinang.(*)

Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved