Minggu, 12 April 2026

Breaking News

Ini Alasan Polisi, Tak Bisa Menangkap Penampung Timah Ilegal Ampui

Tanpa bantuan masyarakat juga tidak akan bisa. Sudah sering kita razia, tetapi kalau kendor, aktifitas lagi

Penulis: M Zulkodri | Editor: Hendra
Bangkapos.com/Zulkodri
Kanit Intel Polres Pangkalpinang, Iptu Adi Putra. 

Laporan wartawan Bangka Pos, Zulkodri

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Mendapat ancaman tersebut, seluruh keluarga dan sanak keluarga, Suwoko terlihat berkumpul di kediamannya di Kelurahan Ampui, Selasa (13/09/2016).

"Kami dengar saudara kami mau disembelih dan rumah mau dibakar, maka kami langsung datang kesini, sama sepupu dan ipar kami, " ucap Memet.

Pantauan bangkapos.com, Selasa (13/09/2016) pihak kepolisian yakni Kanit Intel Polres Pangkalpinang, Iptu Adi Putra dan sejumlah anggota intel segera bergerak cepat, dan langsung mendatangi kediaman Suwoko.

"Sudah kita amankan terduga pelaku pengancaman di Polres, silahkan langsung ke Polres saja, " ujarnya.

Permasalahan TI Ilegal ini, diakui Adi sudah menjadi perhatian Kapolda maupun Kapolres, namun permasalahan untuk mengatasi TI ini, suatu yang kompleks sehingga bukan hanya menjadi tanggungjawab dari kepolisian aja, tetapi melibatkan semua elemen.

"Pak Kapolda dan Kapolres sudah mewanti-wanti hal ini. Untuk penyelesaian razia TI ini, perlu peran semua pihak karena banyak kepentingan, dan biaya tidak sedikit. Selain itu, saat dilakukan razia gabungan, kadang bocor," ucapnya.

Ditegaskan Adi dirinya mengaku permasalahan aktivitas TI ini, tidak lagi hanya sekedar soal makan atau soal perut. Tetapj sudah untuk mencari kaya.

"Tidak ada toleransi, kali ini, kita adu kuat-kuatan saja. Tanpa bantuan masyarakat juga tidak akan bisa. Sudah sering kita razia, tetapi kalau kendor, aktifitas lagi," ujarnya.

Persoala pertambangan ilegal ini, lanjut Adi masyarakat harus pro aktif, polisi dilibatkan, masyarakat juga, ada pemkot dan TNI.

" Kita kasihan juga, penertiban TI Ampui dan Pangkal Arang ini, permasalahan sudah kompleks. Ini sudah beda. Sebab persoalannya antara masyarakat dengan masyarakat. Makanya kita tidak mau bergerak sendiri, nanti seolah-olah polisi dinilai arogan tidak memikirkan rakyatlah," ucap Adi.

Saat disingung, kenapa tidak pernah melakukan penangkapan, dan mencari siapa yang menampung timah mereka, diakui Adi, saat diamankan para penambang bungkam dan tidak tahu sehingga informasi terputus.

Mereka kesulitan menangkap cukong pembeli timah.

"Kasihan juga yang kena imbas yang keroco, kecil ini. Kedepan kita lakukan penertiban dari hulu ke hilir. Kita komitmen kita akan tertibkan habis tidak ada satpun aktivitas TI baik diampui majpun Pangkal Arang. karena di Kota tidak ada wilayah Pertambangan, silahkan juga tanyakan kepada Pemerintah, atau Walikota langsung, karena pemerintah juga harus berperan disini, " ucapnya. (zky)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved