Sembilan Naga Larang Sandiaga Uno Maju Pilkada, Siapa Saja Mereka

Walaupun disarankan untuk tidak maju, Sandiaga atau yang akrab dipanggil Sandi itu memutuskan untuk tetap maju.

Sembilan Naga Larang Sandiaga Uno Maju Pilkada, Siapa Saja Mereka
istimewa
Sandiaga Uno saat blusukan 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Sandiaga Uno disarankan untuk tidak maju PIlkada oleh pengusaha sembilan naga. Apa sebenarnya pengaruh para taipan yang dikenal cukup melagenda di dunia bisnis tanah air.

"Semua pengusaha saya datangi, termasuk sembilan naga. Semua bilang jangan maju. Kenapa, karena mereka tahu saya tidak bisa dikontrol,"ujar Sandiaga dalam diskusi di sekretariat Komite Jakarta Tentram, Jakarta Selatan, Minggu (12/9/2016).

Walaupun disarankan untuk tidak maju, Sandiaga atau yang akrab dipanggil Sandi itu memutuskan untuk tetap maju. Setelahnya, ia akui banyak yang menudingnya sebagai pengusaha boneka, yang maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta, mewakili kelompok tertentu.

"Padahal saya tidak meminta sepeser pun dari pengusaha. Jadi dia hembuskan ini pengusaha boneka, ada kepentingan," ujar Sandi.

Sandi menduga karena ia dikenal tidak bisa diatur, maka segala macam upaya dilakukan untuk mengganjal langkahnya, termasuk dengan menghembuskan isu pengusaha boneka yang hendak maju menjadi Gubernur DKI Jakarta.

"Di bilang pengusaha boneka lah, apa lah. Padahal korupsi itu ada yang ngurus, pengadilan. Pernah nggak saya dipanggil pengadilan saya belum pernah, (jadi) saksi saja saya nggak pernah," ujarnya.

Siapa Sembilan Naga?

Jika kita mengetik kata Sembilan Naga di website pencarian google, maka ada beberapa nama yang muncul diantaranta Sugianto Kusuma dan Tommy Winata.

Soal isu sembilan naga, taipan lainnya Tomy Winata pada tahun 2011 lalu mengungkap fakta sebebarnya tentang kabar geng sembilan naga yang dibuat oleh dua koran Australia The Age dan Sydney Morning Herald.

"Nah dengan yang namanya sembilan naga dan segala macam, saya pun kalau memang nanti yang menulis atau menyatakan itu ada, saya tanya ke dia, dasar apa dia menyebutkan itu? Kalau under water saya mengerti karena kerjaan saya hampir setiap bulan di laut," ungkap Tomy dalam jumpa pers di Hotel Borobudur, Jakarta, Mingu (13/3/2011) petang.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved