PT BJL Anggap 40 Kontainer di KM Indah Perkasa Hilang, Sisanya Urusan Asuransi

kapal jenis cargo KM Indah Perkasa merupakan kapal yang membawa 40-50 kontainer yang berisikan general cargo yakni barang material dan barang

PT BJL Anggap 40 Kontainer di KM Indah Perkasa Hilang, Sisanya Urusan Asuransi
Bangkapos/Riki Pratama
Kepala Cabang Bangka PT BJL Eko Supriadi 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Pemilik kapal dan kontainer dari perusahaan PT BJL melalui Kepala Cabang Bangka PT BJL Eko Supriadi menjelaskan bahwa kapal jenis cargo KM Indah Perkasa merupakan kapal yang membawa 40-50 kontainer yang berisikan general cargo yakni barang material dan barang kebutuhan sehari hari.

"Muatannya general cargo di antaranya seperti besi, semen, tisu, minuman kaleng, pupuk, material bangunan, dan lainya, ini sudah sesuai dengan izin muatan. Isi di dalam kontainer punya relasi kita, kita hanya pemilik kapal dan pemilik kontainer, sifatnya penyedia jasa penyeberangan perkapalan,"ucap Eko kepada bangkapos.com, Kamis (15/9/2016) di temui usai melihat kontener di pinggiran kampung nelayan Sadai.

Akibat dari peristiwa tenggelamnya Kapal KM Indah Perkasa, ia memprediksi kerugian perusahaan mencapai puluhan milyar yang harus di terima pihaknya.

"Kapal ini punya PT Bangka Jaya Line, kerugian belum tahu persis, kita menunggu informasi resmi dari Jakarta namun bisa di per perkiraan kerugian puluhan milyar,"jelasnya

Selain itu Eko mengatakan bahwa satu kontainer yang berisikan tisu, yang di bawa nelayan hingga ke darat akan di berikan kepada nelayan sebagai kompensasi.

"Yang menemukan nelayan ini rezekinya nelayan, karena kita menganggap sudah hilang karena tenggelam, nelayan sudah berjasa menarik hingga ke daratan, untuk kompensasi barangnya untuk dia, namun tidak kontainernya,"ucapnya

Selain itu Eko juga mengatakan semua kontainer dan kapal yang sudah tenggelam menjadi tanggung jawab pihak asuransi, dan pihak perusahaan BJL juga tidak akan mencari lagi barang yang telah tenggelam dan hilang.

"Sudah menjadi tanggung jawab asuransi, semua sudah tenggelam, kita tidak mencari lagi pihak asuransi dan surveynya,"ucapnya

Penulis: Riki Pratama
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved