Rabu, 8 April 2026

Gadis Dibawa Kabur Teman Facebook Berhasil Menyelamatkan Diri ke Rumah Kades

YA diantar DL temannya di Jalan dekat TK Melati Sungailiat. Disana rupanya YA dijemput oleh Uding.

Penulis: nurhayati | Editor: Hendra
Bangkapos.com/Fery Laskari
Tersangka Uding bin Amat (23), warga Desa Nibung Kecamatan Puding Besar, tersangka pencabulan siswi sebuah SMPN Sungailiat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--YA remaja usia 15 tahun yang menghilang usai pulang dari silaturahmi ke rumah temannya saat lebaran, Rabu (14/9/2016) sore ternyata dibawa kabur oleh teman pria kenalannya di facebook bernama Mang Dafi Uding, Warga Nibung Kecamatan Puding Besar Kabupaten Bangka.

Dari wall facebook milik YA juga terlihat Mang Dafi Uding sudah memanggil YA dengan sebutan bunda.

Saat sore usai bertamu ke rumah teman-temannya YA diantar DL temannya di Jalan dekat TK Melati Sungailiat. Disana rupanya YA dijemput oleh Uding.

Menurut Kaling Bukit Semut Yus Rizal Yubahar, YA sempat dibawa oleh Uding ke kebun sawit. Selanjutnya baru setelah itu YA dibawa Uding ke rumahnya.

"Rupanya YA tu lari dari rumah orang laki tu ke rumah kades yang dak jauh dari rumah orang laki yang bawa YA," ungkap Yus kepada bangkapos.com, Jumat (16/9/2016) malam.

Kemudian setelah magrib, Kades Nibung menelpon Ras ibu YA mengatakan anaknya ada di Desa Nibung dan berada dirumahnya.

Ras bersama RT setempat langsung ke Desa Nibung untuk bertemu anaknya YA. Kemudian ibu YA bersama Kades Nibung melaporkan ke Polsek Puding Besar. Selanjutnya Uding langsung diciduk oleh petugas polsek untuk diintrograsi.

"Ortu e cowok tu bilang, YA sempet ngaku bahwa ortu YA telah tiada. Cemtu alasan ortu cowok tu di depan polisi," kata Yus.

Menurutnya, YA pagi tadi menjalani visum dan menjalani pemeriksaan di Polsek Puding Besar dan mendengarkan jawaban Uding.

Yus mengimbau kepada orang tua yang memiliki anak pada usia remaja agar berhati-hati dan mengontrol pergaulan anaknya, termasuk memantau media sosial anak untuk mendeteksi sedini mungkin bahaya yang akan mengancam anak. Ia juga khawatir terhadap pergaulan anak saat ini yang lebih bebas.

"Waktu kami buet aduan ke polisi kemarin, sebelah kami juga ada ortu yang ngadu anak e ceweknya kelas III SMP kalau tidak salah juga dibawa cowok," ungkap Yus prihatin.

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved