Senin, 20 April 2026

ITCE 2016

ICDX Berkeinginan Indonesia Menjadi Pemimpin Timah Dunia

Sejak diberikan wewenang untuk menyelenggarakan perdagangan timah Indonesia, Indonesian Commodity and Derivatives Exchange

Penulis: Iwan Satriawan | Editor: Iwan Satriawan
ekspor timah 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Iwan Satriawan

BANGKAPOS.COM,JAKARTA--Sejak diberikan wewenang untuk menyelenggarakan perdagangan timah Indonesia, Indonesian Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) terus berusaha untuk mendorong pembentukan harga timah Indonesia yang lebih baik.

Tantangan lain yang harus dihadapi adalah meningkatkan kepercayaan pasar dunia terhadap produk timah Indonesia, serta menyelesaikan tantangan yang muncul dari dalam negeri.

Salah satunya adalah tidak adanya pusat logistik berikat barang komoditas ekspor timah yang diperdagangkan melalui bursa.

Megain Widjaja, selaku Chief Executive Officer ICDX, mengatakan pihaknya merasa bahwa Industri timah Indonesia harus mampu memetakan permasalahan dan menjawab berbagai tantangan yang ada, baik dari dalam atau pun dari luar negeri.

"Dengan berbagai inovasi dan komitmen yang kami lakukan, serta dukungan dan kawalan dari pemerintah, kedepan kami yakin harga yang terbentuk di ICDX memiliki kapasitas yang lebih besar dalam pembentukan harga timah dunia.” ungkap Megain Widjaja dalam rilis yang diterima bangkapos.com, Kamis (15/9/2016).

Berbagai tantangan tersebut akan dipaparkan dan dijawab secara padat pada hari ini, dan akan dibahas lebih dalam pada ajang Indonesia TIN Conference & Exhibition 2016 September mendatang dengan tema “Navigating Indonesia Becoming The Global Leader in Tin Industry” yang akan diselenggarakan di Bali pada 18-20 September 2016.

Bursa Timah Indonesia – Muda Namun Berpengaruh
Tepat tiga tahun ICDX menjadi penyelengara perdagangn timah Indonesia, sejak dikeluarkannya pertaturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia No. 32 tahun 2013.

Sejak perdagangan timah asal Indonesia dilakukan di bursa, fluktuasi harga timah di pasar global berkurang secara signifikan.

Pergerakan harga timah di Indonesia pada tahun 2011 mencapai 28,24%, sedangkan setelah adanya ICDX fluktuasinya hanya 14,06% (January – July 2016). ICDX berhasil menjaga fluktuasi pergerakan harga lebih dari separuh daripada sebelumnya.

Sebagai produsen timah terbesar kedua di dunia, Indonesia terus berinovasi untuk memberikan produk timah terbaik kepada seluruh pelaku pasar internasional.

Dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah Indonesia, ICDX memiliki lima jenis kontrak timah yang diperdagangkan, yakni; TINPB300 yang artinya batas maksimal unsur pengotor timbal (PB) adalah 300 part per million, TINPB200, TINPB100, TINPB50, serta TIN4NINE yang merupakan produk premium ICDX dengan kandungan timah batangan 99,99 persen.

“Kami yakin dengan kualitas yang telah terstandarisasi, promosi yang dilakukan secara konsisten, timah Indonesia mampu memenangkan persaingan timah dunia. Lebih penting dari itu, timah juga dapat membawa nama Indonesia harum di dunia internasional” ujar Megain.

Sejak tahun 2013, ICDX tumbuh menjadi bursa komoditas timah dengan kredibilitas tinggi, transparan, terorganisir, aman dan inovatif.

Pertumbuhan yang menggembirakan tersebut terlihat dari perkembangan para pelaku pasar yang bergabung atau menjadi anggota dan bertransaksi timah Indonesia melalui bursa.

Seller ICDX tumbuh sebesar 400%, buyer ICDX tumbuh 107%, yang berasal dari berbagai belahan dunia. Volume perdagangan ekspor timah Indonesia ke pasar internasional menunjukkan tren yang positif.

Sampai dengan tahun 2015, transaksi ekspor timah Indonesia tumbuh sebesar 33%, jika dibandingkan dengan sejak dimulainya ICDX mendapatkan mandat sebagai bursa untuk penyelenggaraan perdagangan timah ekspor dari Indonesia.

Memajukan Industri Timah - Pekerjaan Rumah yang Besar Bagi Indonesia

Berdasarkan Permendag No. 33 tahun 2015, setiap eksportir harus terdaftar sebagai anggota bursa melalui BAPPEBTI, serta mendapatkan lisensi berupa PE (Persetujuan Ekspor) dan ET-Timah (Eksportir Terdaftar) yang dikeluarkan oleh DAGLU berdasarkan rekomendasi dari Kementerian ESDM dan memiliki sertifikat CNC (Clear and Clean).

Regulasi ini mengatur sejumlah perubahan, menyangkut jenis perdagangan di bursa dan tata niaga timah.

Serta mengatur keberlanjutan sumber daya alam dan kelestarian lingkungan hidup dari aktifitas penambangan timah yang dilakukan.

Berdasarkan data transaksi di bursa, ICDX mencatat ekspor timah Indonesia terus mengalami peningkatan yang sangat signifikan.

Pada tahun 2014 (Januari–Desember) Indonesia mengekspor timah lebih dari 50.000 metric ton, meningkat tajam menjadi lebih dari 66.000 metric ton pada periode yang sama di tahun 2015, volume transaksi ekspor pada periode itu menigkat sebesar 28.25%.

Hal ini menunjukKan kinerja perdagangan ekspor industri timah Indonesia yang terus tumbuh.

Sebagai produsen timah ke-2 terbesar dan pengekspor timah terbesar di dunia, Indonesia harus dapat terus meningkatkan daya saing guna menarik minat para pelaku usaha timah dunia untuk melakukan transaksi dan menyimpan produk timah yang telah di beli, di Indonesia.

ICDX Logistik Berikat – Tingkatkan Daya Saing Timah Indonesia
Peningkatan daya saing industri timah Indonesia, salah satunya dapat diperkuat apabila Indonesia memiliki pusat logistik berikat.

Kepemilikan pusat logistik berikat, akan menjadikan Indonesia lebih kompetitif serta dapat menjadi salah satu strategi yang tepat untuk membuat lebih banyak pelaku pasar dunia melakukan transaksi timah melalui bursa Indonesia.

ICDX logistik berikat (ILB) dibangun dengan fasilitas terbaik, seperti warehouse yang dimiliki oleh negara tetangga - Singapura, yang saat ini menjadi tempat favorit untuk menyimpan timah yang dibeli dari Indonesia. ILB adalah pilihan yang tepat dan menguntungkan bagi para pelaku pasar dimana saja berada untuk menyimpan timah Indonesia setelah mereka bertransaksi, karena ILB dapat menekan biaya transportasi dan logistik.

Lebih dari itu, para pembeli timah Indonesia yang menyimpan hasil transaksinya di ILB juga mendapatkan bantuan pembiayaan yang lebih kompetitif, seperti pembiayaan yang mereka dapatkan di luar negeri.

ILB dibangun diatas lahan seluas 15.141 m2 dengan luas bangunan warehouse sebesar 1.200 m2. ILB akan memberikan rasa aman dan terlindungi, karena ILB menjadi kawasan internasional, sehingga kebal terhadap perubahan peraturan pemerintah Indonesia.

Indonesia Tin Conference & Exhibition 2016: Navigator Terbaik Industri Timah Indonesia

Guna menjawab berbagai tantangan industri timah di Indonesia, ICDX kembali mengadakan Indonesia Tin Conference & Exhibition (ITCE) 2016.

Konferensi timah terbesar di Indonesia ini kembali diadakan untuk memajukan usaha perdagangan timah Indonesia yang berkualitas, terbaik dan terkendali.

Mengangkat tema “Navigating Indonesia Becoming The Global Leader in Tin Industry”, memiliki tujuan untuk memberikan navigasi terbaik untuk kemajuan industri timah Indonesia, yang diambil dari berbagai sudut pandang para ahli yang terkait dengan industri timah.

Ajang ini juga akan menjadi momen bagi bertemunya 250 partisipan yang berasal dari 15 negara, baik yang telah menjadi member ICDX ataupun pihak luar.

Pada ajang ITCE tahun 2016 ini, berbagai isu nasional dan internasional yang mempengaruhi harga timah akan dikupas secara mendalam.

Akan hadir, Menteri Perdagangan Indonesia, Enggartiasto Lukita, yang akan memberikan lanskap perdagangan komoditas di Indonesia dan menjelaskan mengenai dukungan pemerintah untuk lebih memperkuat nama Indonesia, salah satunya dengan meningkatkan performa industri komoditas timah tanah air.

Megain Widjaja, selaku CEO ICDX, yang akan memaparkan performa perdagangan bursa timah Indonesia dan berbagai inovasi yang dihadirkan untuk mendukung daya saing industri timah Indonesia terhadap pasar global.

Ajang ITCE tahun 2016 juga akan diisi oleh Pejabat Tinggi Indonesia, Ekonom Internasional, dan para ahli yang kompeten dibidang timah Internasional, untuk memberikan gambaran mengenai tren ekonomi dunia dan Indonesia, yang perlu diketahui demi menjalankan strategi perdagangan dunia yang lebih baik.

Peserta juga akan mendapatkan pemaparan mengenai peluncuran ILB sebagai solusi pusat logistik berikat Indonesia oleh ICDX dan Bea Cukai Indonesia.

Peserta juga akan diajak untuk mengetahui secara mendalam mengenai struktur pasar komoditas dan pengembangannya bersama Peter Kettle, yang merupakan Market Analysis ITRI. Lebih menarik lagi, dari ITCE 2016 adalah adanya debat yang akan membahas mengenai penetapan “harga timah yang tepat”.

“ITCE 2016 merupakan ajang yang penting bagi para pelaku usaha timah dari berbagai belahan dunia, karena kami yakin, ajang ini bisa memberikan navigasi yang tepat untuk setiap pelaku industri timah nasional maupun internasional, yang akan menjadikan industri timah Indonesia semakin kuat dan besar. Sehingga mampu menjadi barometer harga timah dunia,” tutup Megain .(*)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved