Jangan Lewatkan Fenomena Detik-detik Gerhana Bulan Terakhir di Tahun 2016

Fenomena tersebut terjadi karena keunikan konfigurasi bulan, bumi, dan matahari pada malam ini. Saat fenomena gerhana bulan total,..

Jangan Lewatkan Fenomena Detik-detik Gerhana Bulan Terakhir di Tahun 2016
SHUTTERSTOCK/KOMPAS.COM
Saat gerhana bulan total, bulan tetap tampak namun berwarna kemerahan.

BANGKAPOS.COM-Gerhana terakhir pada tahun 2016 akan terjadi malam ini. Bulan, bumi, dan matahari akan tersusun segaris, menghasilkan fenomena gerhana bulan.

BACA : Banyak Netizen Pertanyakan Soal Sakit Ibu Nagita Slavina, Ini Jawabannya

Namun, bulan tidak akan tampak merah darah seperti lazimnya kala gerhana. Satelit bumi itu hanya akan tampak samar.

Fenomena tersebut terjadi karena keunikan konfigurasi bulan, bumi, dan matahari pada malam ini. Saat fenomena gerhana bulan total, bulan berada pada zona umbra bumi, area kerucut semu yang terbentuk akibat terhalangnya cahaya matahari oleh bumi.

BACA : Meragukan Kesetiaan Pasangan Anda, Simak 5 Ciri Pria Gemar Selingkuh

Saat gerhana bulan penumbra, bulan tak benar-benar segaris lurus dengan bumi dan matahari. Alhasil, bulan ada di wilayah yang disebut dengan penumbra, kerucut semu tambahan yang masih menerima cahaya matahari dalam jumlah cukup besar.

BACA : Pengamanan Ahok Semakin 'Ketat' Hingga 200 Personil, Inilah Kegiatannya

Gerhana bulan penumbra tak akan mudah disaksikan. Bisa dibilang, gerhana ini tidak kasatmata. Bila mata tak peka, maka bulan akan tampak seterang biasanya. Namun dengan bantuan binokuler dan teleskop, peredupan cahaya bulan akan bisa diamati.

Situs astronomi Langitselatan menyatakan, gerhana malam ini akan berlangsung selama 3 jam, 59 menit, dan 16 detik. Gerhana akan dimulai pada pukul 23.54 WIB dan berakhir pada 03.53 WIB. Waktu terbaik untuk mengamati adalah pada Jumat (17/9/2016) pukul 01.55 WIB, saat puncak gerhana.

Gerhana malam ini bisa disaksikan dari seluruh Indonesia jika cuaca cerah. Bersama gerhana, di langit timur akan tampak dua bintang terang, Sirius dan Betelgeuse. Bila memiliki teleskop, planet Uranus juga berpotensi untuk dilihat. (kompas.com)

Editor: tidakada021
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved