Breaking News:

Suara Motor Berisik, Kepala Bohori Robek Dihantam Celurit

Awalnya korban yang baru tiba di toko kelontong memainkan gas motornya sehingga pelaku merasa tersinggung.

Editor: Hendra
Suara Motor Berisik, Kepala Bohori Robek Dihantam Celurit
net
Ilustrasi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bohori (26) terpaksa dibawa ke Puskesmas Namang akibat luka bacok yang dialaminya di bagian kepalanya, Senin (19/9), sekitar pukul 09.30 WIB.

Pelakunya bernama Jasuli alias Sulia (SL) tiba-tiba saja membacok korban di toko kelontong di Desa Belilik.

Awalnya korban yang baru tiba di toko kelontong memainkan gas motornya sehingga pelaku merasa tersinggung.

Pelaku yang merupakan warga desa Belilik tersebut langsung menegur korban dan terjadi adu mulut.

Setelah adu mulut, pelaku langsung pulang ke rumahnya yang tidak jauh dari toko tersebut untuk mengambil celurit dan langsung membacok korban.

Korban yang melihat pelaku saat mengayunkan celuritnya dengan reflek menangkis menggunakan tangan kirinya, namun ujung celurit tetap mengenai kepala korban.

Akibatnya, korban mengalami luka sepanjang lima sentimeter di kepalanya.

Melihat kepala korban berdarah, pelaku yang masih berumur 21 tahun tersebut langsung melarikan diri ke area perkebunan sawit.

Sedangkan korban langsung melaporkan kasus yang dialaminya ke Polsek Namang setelah mendapat perawatan medis.

Mendapatkan laporan tersebut, pihak polsek bersama beberapa warga Desa Belilik lainnya melakukan pengejaran. Sekitar pukul 17.00 WIB, pengejaran yang dipimpin langsung Kapolsek Namang, Ipda Bobory Niko berhasil menangkap pelaku di perkebunan sawit tanpa perlawanan.

KBO Reskrim Polres Bateng, Iptu. Hafid Firmansyah seizin Kapolres Bateng, AKBP Frenky Yusandhy mengatakan saat ini pelaku dititipkan di Kantor Polres Bateng.

"Saat ini dititipkan di sini (Polres Bateng) untuk menghidari hal-hal yang tidak diinginkan. Pelaku akan dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan yang ancaman hukumannya di atas 5 tahun penjara," ujarnya.

Sementara itu, SL mengaku membacok korban karena sakit hati akibat pernah dituduh mencuri helm oleh korban.

"Saya hanya kenal saja sama dia. Dulu saya pernah dituduh maling helm sama dia, memang kejadiannya sudah lumayan lama. Tapi setiap saya lewat kampungnya (Desa Jelutung), dia selalu mengancam saya," ungkapnya.

Meskipun begitu, ia mengaku tidak dendam dengan Bohori namun saat kejadian ia langsung merasa tertantang saat korban memainkan gas motornya.

"Dia seperti nantangin saya, ngegas motornya di depan saya, padahal saya lagi duduk-duduk di depan rumah. Jadi saya emosi dan spontan ngambil celurit dan membacoknya," terang SL. (N9)

Sumber: babel news
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved