Wanita Cantik Pembunuh Bayaran Ini Perkosa Mayat dan Meminum Darahnya
Dilansir Stomp, wanita pembunuh bayaran yang cantik dan seksi ini berhubungan seks dengan mayat. Dia beralasan karena mayat bisa merangsangnya secara
BANGKAPOS.COM - Jika Anda berpikir banyak kejadian di film sangat aneh.
Tunggu sampai Anda mendengar tentang pembunuh bayaran profesional untuk kartel narkoba ini.
Dilansir Stomp, wanita pembunuh bayaran yang cantik dan seksi ini berhubungan seks dengan mayat.
Dia beralasan karena mayat bisa merangsangnya secara seksual.
Menurut Distractify, cerita wanita berusia 28 tahun itu menjadi viral.

"Saya mulai menyukai, bergairah dan mandi bersama mayat yang saya bunuh. Bahkan meminum darahnya"
Setelah ia mengungkapkan pengalaman gilanya dalam sebuah blog anonim.
Dijuluki 'La Peque' (si kecil), Juana dihamili pada usia yang masih muda yakni 15 tahun.
Ia dihamili oleh seorang pria yang 20 tahun lebih tua dari dirinya.
Dia kemudian bekerja sebagai PSK untuk menghidupi dirinya dan anaknya,
Sebelum menjadi anggota kartel narkoba.
Awalnya, Juana masih ngeri dengan pembunuhan dan kekerasan.
Tapi ia kemudian menemukan dirinya mulai terbiasa.
Malah dia merasa menikmati kegiatannya yang tidak lazim tersebut.
Juana saat ini dalam tahanan karena tertangkap dalam sebuah operasi.
Akan tetapi tidak ada bukti kuat untuk mendukung klaim dia tentang ceritanya tersebut.
Mudah-mudahan, cerita ini dibuat hanya untuk membuat dia terkenal.
Hal ini dikarenakan hal yang ia ceritakan itu benar-benar sesuatu yang sangat serius.
Sewa Pembunuh Bayaran untuk Bunuh Orangtuanya
Seorang wanita keturunan Vietnam yang kini telah menetap di Kanada dipenjara seumur hidup setelah menyewa
pembunuh bayaran untuk membunuh kedua orangtuanya.
Dilansir Tnp.sg, Jennifer Pan merupakaan putri dari pasangan Bich Ha dan Huei Pan, keduanya merupakan imigran asal Vietnam yang menetap di Kanada.

Sebelumnya Bich Ha dan Huei Pan tidak saling kenal, mereka baru saling mengenal dan saling mencintai saat bertemu di Kanada, tidak beberapa lama menjalin hubungan keduanya menikah.
Mereka berdua dikaruniai tiga anak dan Jennifer Pan merupakan anak pertama.
Tujuan mereka ke Kanada adalah untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik.
Jennifer Pan dan adik-adiknya dididik agar menjadi anak yang cerdas, berprestasi, dan membanggakan kedua orangtuanya yang susah payah ke Kanada untuk kehidupan yang lebih baik.
Jennifer Pan yang merupakan anak sulung dianggap sebagai anak "emas" oleh kedua orangtuanya.
Bahkan mereka menyekolahkannya hingga ke perguruan tinggi.
Sayangnya kepercayaan orangtua yang telah diberikan kepada Jennifer di salahgunakan.
Uang kuliahnya tidfak digunakan semestinya.
Bahkan digunakannya untuk berfoya-foya dengan pacarnya yang merupakan orang lokal.
Lambat laun kedua orangtuanya tahu soal kelakuannya. Ia jarang masuk kelas dan sering kelayapan.
Orangtuanyapun marah dan kecewa berat dengannya, sehingga memintanya untuk berubah.
Sayangnya teguran orangtuanya ditanggapi negatif oleh Jennifer. Masalah yang ia hadapi ia ceritakan dengan pacarnya.
Akhirnya, berkat saran sang pacar, ia menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh kedua orangtuanya.
Aksi kejam dan gelap mata Jennifer itu tidak sekaligus, pertama ia meminta ibunya dibunuh, kemudian baru ayahnya.
Rencananya tersebut hanya mampu membunuh ibunya, sedangkan ayahnya berhasil keluar dari rencana pembunuhan dan melaporkan kebiadapan putrinya ke pihak berwajib.
Selama menjalani peradilan, Jennifer dan kekasihnya dijejali berbagai pertanyaan dan setelah mendengar kesaksian dan melihat alat bukti keduanya dihukum penjara seumur hidup.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/pembunuh-bayaran1_20160922_111809.jpg)