Anggota DPRD Bangka Minta TI Pantai Tanjungratu Disetop

Penambangan pasir timah di Pantai Tanjungratu pernah ditertibkan oleh aparat penegak hukum, namun tetap saja beroperasi.

Bangkapos.com/Dok
Puluhan ponton TI di sepadan Pantai Tanjung Ratu, Desa Rebo, Sungailiat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Puluhan unit tambang inkonvensional (TI) rajuk kembali beroperasi di sepadan Pantai Tanjungratu, Desa Rebo, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka.

Sebelumnya, penambangan pasir timah di kawasan itu sempat ditertibkan oleh aparat penegak hukum, namun tetap saja beroperasi.

Pantauan Bangkapos.com, Minggu (25/9/2016) pagi tampak sedikitnya 30 ponton TI rajuk masih berada di pinggir Pantai Tanjungratu.

Anggota DPRD Kabupaten Bangka, Muhamad Fauzi menduga TI rajuk di Tanjungratu kembali beroperasi karena dibekingi oknum aparat.

"Logikanya begini, tidak mungkin penambang di situ berani beroperasi jika tidak dibekingi oknum aparat," kata Muhamad Fauzi yang kini duduk di Komisi C DPRD Bangka, Jumat (23/9/2016).

Fauzi mengatakan lokasi penambangan tersebut merupakan area IUP (Ijin Usaha Penambangan) milik PT Timah Tbk.

Fauzi mengatakan aktivitas TI rajuk di Pantai Tanjungratu terkesan dibiarkan oleh pihak terkait.

"Jadi lebih baik distop saja aktivitas penambangan di kawasan perairan Tanjungratu itu sebelum ada legalitas yang jelas," kata Fauzi.

Sejauh ini pihak-pihak terkait masih diupayakan konfirmasi terkait keberadaan puluhan TI rajuk di Pantai Tanjungratu.

Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved