Setengah Juta Warga Jepang Ternyata Bertahun-tahun Telah Mengurung Diri di Rumah

Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan mendefinisikan hikikomori adalah orang-orang yang tak pernah meninggalkan rumah minimal ...

Setengah Juta Warga Jepang Ternyata Bertahun-tahun Telah Mengurung Diri di Rumah
Daily Mail
Seseorang yang menderiita hikikomori biasanya menarik diri dari kehidupan sosial dan mengurung diri di dalam kamar. Beberapa orang bahkan sudah mengurung diri dalam kamar selama bertahun-tahun. 

BANGKAPOS.COM, TOKYO -- Sebuah penelitian yang dirilis pekan lalu mengungkap sekitar 541.000 warga Jepang berusia 15-39 tahun menghindari kontak sosial dan mengurung diri di kediaman mereka.

BACA: Korbankan Karier Militer, Ani Yudhoyono Sebut Hanya Agus yang Bisa Jawab, Bukannya Ruhut

Angka ini sedikit menurun dibandingkan survei yang dilakukan pemerintah pada 2010 yang menyebut 696.000 orang memilih mengurung diri di kediaman mereka.

BACA: Dilempar Batu, Pasukan Kerajaan Gowa Akhirnya Bakar Kantor DPRD

Meski menurun, penelitian terbaru ini tak memberikan keseluruhan gambar fenomena yang di Jepang disebut hikikomori karena tak menyertakan warga berusia 40 tahun ke atas.

Namun, survei ini menunjukkan tren di mana jumlah orang yang mengurung diri setidaknya selama tujuh tahun di dalam rumah mencapai 35 persen dari seluruh jumlah hikikomori.

Sedangkan 28,6 persen sudah mengurung diri selama 3-5 tahun dan 12,2 persen sudah menarik diri dari kehidupan sosial selama 5-7 tahun.

Sementara itu, pemerintah Jepang mengatakan, penurunan jumlah hikikomori dibanding pada 2010 salah satunya disebabkan peran pemerintah untuk mengatasi masalah ini.

Pemerintah mendirikan pusat-pusat penanganan hikikomori di daerah-daerah, sehingga keluarga warga yang mengurung diri bisa mendapatkan bantuan dan dukungan.

Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan mendefinisikan hikikomori adalah orang-orang yang tak pernah meninggalkan rumah minimal selama enam bulan.

Mereka ini biasanya menolak untuk pergi sekolah, bekerja atau sekadar menjalin interaksi sosial dengan orang lain.

Faktor utama yang memicu perilaku ini biasanya adalah kesulitan seseorang beradaptasi dengan lingkungan kerja.

Mereka yang menarik diri dari kehidupan sosial biasanya memiliki masalah dengan interaksi antarpersonal di sekolah dan tempat kerja.

Survei yang digelar pada Desember tahun lalu ini, mencakup 5.000 rumah tangga dengan setidaknya salah satu anggotanya berusia 15-39 tahun.

Editor: asmadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved