Kisah Keramat Pohon Kepuh yang Telah Telan Dua Korban, Tak Ada yang Berani Memangkas Dahannya

Sudah dua kali makan korban. Beberapa tahun lalu juga pernah, bagian atas cabang pohonnya jatuh dan nimpa orang. Meninggal juga

Kisah Keramat Pohon Kepuh yang Telah Telan Dua Korban, Tak Ada yang Berani Memangkas Dahannya
tribunnews.com
pohon kepuh berusia ratusan tahun tumbang 

BANGKAPOS.COM--Tumbangnya pohon kepuh di Setra Sesetan, Jalan Setra Dalem, Banjar Gaduh, Sesetan, Denpasar, bukan yang pertama kalinya terjadi.

Selain insiden tumbangnya pohon kepuh pada Minggu (25/9/2016) sekitar pukul 03.00 Wita, peristiwa serupa juga pernah terjadi beberapa tahun sebelumnya.

Menurut penuturan warga sekitar, beberapa tahun silam, dahan puncak pohon kepuh pernah jatuh dan menimpa seorang remaja lelaki.

“Sudah dua kali makan korban. Beberapa tahun lalu juga pernah, bagian atas cabang pohonnya jatuh dan nimpa orang. Meninggal juga. Jadi ini kejadian kedua. Selain itu, pohon di sebelah juga dahannya pernah patah dan nimpa gudang itu,” ucap Ibu Endang sembari menunjuk ke sebuah Pohon Kepuh di sebelah Pohon Kepuh yang tumbang.

Bendesa Adat Sesetan, Ketut Suparjaya (56) membenarkan peristiwa nahas itu bukan yang pertama kalinya terjadi.
Menurutnya, pohon kepuh yang diperkirakan berusia 500-an tahun ini sudah dua kali jatuh dan menimpa warga.

Hal itu menurut Suparjaya, salah satunya karena pohon kepuh ini termasuk pohon yang dikeramatkan sehingga dahan serta daunnya tidak pernah dipangkas.

“Sebelumnya pernah makan korban, waktu itu karena dahannya patah. Warga yang tinggal di bawah pohon itu sudah kita peringatkan juga terkait bahayanya tinggal di sana. Tapi mungkin karena tidak punya tempat tinggal lain jadi mereka terpaksa tinggal di sana,” ujar Ketut Suparjaya.

Sementara itu, Jero Mangku Berata (80) yang tinggal sekitar 500 meter dari Setra Desa Adat Sesetan mengaku mendengar kegaduhan dari arah setra.

Ketika dilihat dari jendela lantai 2 rumahnya, ia terkejut setelah melihat pohon kepuh setinggi 25 meter itu telah lenyap.

Menyangkut apakah pihak desa akan segera melakukan upacara usai peristiwa yang memakan korban jiwa ini.

Jero Mangku Berata menjelaskan keputusan akan melakukan upacara atau tidak bergantung pada pelaksanaan odalan di Pura Dalem Sesetan.

“Dalam waktu dekat ada odalan di Pura Dalem. Di sana akan ditanya, ibaratnya, apakah batharanya menghendaki ada upacara atau tidak,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pohon kepuh keramat itu tumbang dan menyebabkan bayi Iqbal Maulana (2) tewas.

Korban lainnya, Muhammad Agus Supriadi (31) dan Ramlandin alias Endin (50) mengalami patah tulang pada kedua kakinya akibat tertimpa pohon tersebut. (*)

Editor: tidakada016
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved