Bos Tambang Timah Terkubur Hidup-Hidup di Lubang Camui
Perempuan ini histeris sambil mengendong anaknya. Air matanya tak terbendung, berderai membasahi pipi.
Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari
BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Perempuan ini histeris sambil mengendong anaknya. Air matanya tak terbendung, berderai membasahi pipi.
Seketika dia lunglai, saat tahu sang suami, Rizal (39) terkubur hidup-hudp dalam lubang camui tambang inkonvensional (TI Mini) di Lokasi Tebet Gg Rantau Dusun Tutut Desa Penyamun Kecamatan Pemali Bangka, Kamis (29/9/2016) petang.
Kejadian bermula saat, Rizal (39), si pemilik TI mini, bersama seorang anak buahnya, Rahmad (29) beraktifitas melakukan pencarian pasir timah. Rizal bertugas memegang kendali, melakukan penyemprotan tanah di lubang sedalam lebih kurang lima meter.
Sementara di depan mereka, dinding curam, berisi sisa tailing pasir. Rizal tak menyangka, dinding tanah berpasir di depann mulai retak.
Tiba-tiba suara gemuruh tanah lonsong terdengar, dan dinding tanah itu roboh, ke arah Rizal dan Rahmad yang berada di bawahnya.
Rahmad sempat beteriak, dan lari ke arah belakang. Sementara Rizal lari ke arah samping. Rahmad si anak buah TI, lolos dari terpaan tanah. Namun tidak demikian dengan Rizal, dia terkubur hidup-hidup di lubang itu.
Dalam kondisi panik, Rahmad lari kesana-kemari, meminta bantuan kepada warga sekitar.
Warga langsung melakukan pencarian manual, melalui cara menyemprot menggunakan selang monitor mesin air TI ke arah hilangnya Rizal.
Kapolsek Pemali, Ipda Harry Frizko ikut melakukan pencarian di lubang itu, dibantu anggotanya. Dalam waktu 30 menit, jasat korban ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.
Kepala Dusun Tutut, Sahroni alias Oni ditemui di Dusun Tutut, Kamis (29/9/2016) petang menyebutkan, Rizal (39) memiliki seorang istri dan dua orang anak.
"Anaknya paling besar masih di SMP, satu lagi masih kecil sekolah PAUD," kata Kadus.
Mengenai identitas korban, diakui Kadus merupakan warganya. Korban seudah lama berprofesi sebagai pencari pasir timah atau pemilik tambang TI mini.
"Rizal itu sudah lebih dari sepuluh tahun tinggal di Dusun Tutut. Asal Rizal dari Desa Sempan, sedangkan istrinya asalnya Desa Airuai. Namun sejak sepuluh tahun silam, mereka tinggal di Tutut," kata Kadus.
Kapolres Bangka AKBP Sekar Maulana diwakili Kapolsek Pemali Ipda Harry Frizko, Kamis (29/9/2016) petang menjelaskan kronologis kejadian.
"Kejadiannya sekitar pukul 15.00 WIB. Yang tertimbun tanah adalah pemilik TI mini, bernama Rizal bin Rimin (39), warga Gg Rantau Dusun Tutut Desa Penyamun Kecamatan Pemali," katanya.
Kapolsek mengaku sudah mengantongi sejumlah data. Kasus ini ditangani oleh Polsek Pemali, dibantu Tim Tipiter Polres Bangka.
"Kita sudah minta keterangan pada saksi yaitu anak buah korban yang bernama Rahmad (29), sesama Warga Dusun Tutut. Menurut Saksi Rahmad, saat kejadian, suasana sedang hujan gerimis," katanya.
Kapolsek mengakui, jasat korban baru berhasil ditemukan, 30 menit setelah kejadian. Kondisi jasat korban saat ditemukan dipenuhi lumpur, tanah dan pasir dan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.
"Tindakan kepolisian yang diambil antara lain mendatangi dan mengamankan TKP,.melakukan pencarian korban bersama warga, mengantarkan jasad korban ke rumah duka dan sekaligus menenangkan keluarga korban," jelas Kapolsek.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, istri dan anak korban masih dalam kondisi trauma. Pantauan Bangka Pos Group di Dusun Tutut, Kamis (29/9) menjelang magrib, satu persatu warga datang melayat ke rumah duka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/penambang-timah-tertimbun-tanah_20160929_200805.jpg)