Segini Tebusan Tebusan Tax Amnesty di Babel

Dua Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama di Pulau Bangka berhasil melampaui target tebusan Tax Amnesty

Segini Tebusan Tebusan Tax Amnesty di Babel
Dok Setpres
Menteri Keuangan Sri Mulyani berbincang dengan para konglomerat Indonesia. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dua Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama di Pulau Bangka berhasil melampaui target tebusan Tax Amnesty atau pengampunan pajak di periode pertama. Hingga kemarin, terkumpul tebusan sebanyak Rp 127,2 miliar dari KPP Pratama Pangkalpinang dan KPP Pratama Bangka.

Jumlah itu mungkin bertambah karena hari ini, Jumat (30/9) merupakan batas akhir periode pertama Tax Amnesty yang dimulai sejak 1 Juli lalu.

Kepala KPP Pratama Pangkalpinang, Fadjar Julianto mengaku pihaknya menargetkan tebusan Tax Amnesty sebesar Rp 69 miliar hingga Desember nanti. Namun hingga kemarin, KPP Pratama Pangkalpinang sudah kelebihan Rp 6 miliar.

"Hari ini (kemarin) kita sudah mengumpulkan Rp 75 miliar," kata Fadjar saat dihubungi Bangka Pos, Kamis (29/9) sore.

Fadjar mengatakan di hari terakhir periode pertama Tax Amnesty pada Jumat (30/9), KPP Pratama Pangkalpinang membuka layanan hingga pukul 19.00 WIB. Kalaupun terjadi antrean panjang, KPP Pratama tetap akan melayaninya hingga selesai.

"Prediksi saya pasti ada lonjakan masyarakat yang akan menyampaikan SPH tapi harapan saya juga melonjaknya jumlah wajib pajaknya lonjakan setorannya juga akan semakin tinggi," ujarnya.

Menurut Fadjar, antusiame wajib pajak untuk mengikuti Tax Amnesty cukup tinggi. Pasalnya, kemarin saja pihaknya mengumpulkan uang tebusan senilai Rp 22 miliar.

"Sampai hari ini (kemarin) Surat Pernyataan Harta (SPH) sudah 603, sementara yang melakukan penyetoran itu sudah lebih dari 700 wajib pajak, nilai uangnya hari ini luar biasa penambahannya kalau kemarin masih Rp 53 M, hari ini sudah nambah Rp 22 M, jadi sampai hari ini sudah mencapai Rp 75 M," kata Fadjar.

Dia menjelaskan menjelang berakhirnya periode pertama pihaknya memberikan keringanan bagi wajib pajak yang sudah mendaftar agar langsung melakukan pembayaran.

"Wajib pajak silakan melakukan pembayaran dulu sebelum 1 oktober, terus kemudian menyampaikan Surat pernyataan harta cukup yang sudah diisi saja, misalnya baru induknya saja yang penting masuk sampai 30 September. Nanti administrasi yang kurang bisa dilengkapi belakangan. Ini salah satu cara untuk menghindari penumpukan dan takut nggak kekejar sampai akhir September ini," jelasnya.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved