Jalan Hancur Akibat Truk Sawit, Bupati Akan Pungut Pajak Penjualan CPO

Bupati Bangka H Tarmizi Saat akan memungut pajak untuk penjualan crude palm oil (CPO) dari pabrik CPO perkebunan sawit

Jalan Hancur Akibat Truk Sawit, Bupati Akan Pungut Pajak Penjualan CPO
bangkapos.com/Nurhayati
Tapat koordinasi bupati dengan para kades se Kabupaten Bangka, Sabtu (1/10/2016) di Hotel ST 12 Sungailiat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bupati Bangka H Tarmizi Saat akan memungut pajak untuk penjualan crude palm oil (CPO) dari pabrik CPO perkebunan sawit di Kabupaten Bangka.

Pasalnya selama ini tidak ada pungutan pajak yang dikenakan untuk penjualan CPO.
Oleh karena itu Pemkab Bangka akan mengeluarkan peraturan bupati terkait dengan aturan pembayaran pajak penjualan CPO.

"Saya dapat ilmu juga dari Bu Tiung (Kepala KP2KP Sungailiat Tiung Florida-red) ini, nanti kita akan kerjasamakan buat perbup-nya. Kita pungut penjualan CPO. CPO itu tidak ada bayar ke kita, jalan kita rusak. Masyarakat tanam batang pisang, tanam sawit di tengah jalan marah dengan bupati (jalan rusak-red)," sesal Tarmizi pada rapat koordinasi bupati dengan para kades se Kabupaten Bangka, Sabtu (1/10/2016) di Hotel ST 12 Sungailiat

Untuk dana pembangunan jalan dikatakannya satu kilometer butuh Rp 2,5 milyar. Kekuatan jalan hanya enam ton tetapi dilewati truk pengangkut sawit seberat 13 ton.

"Berapa tahun rusak jalan itu. Habis duit kita untuk memperbaiki jalan saja," ungkap Tarmizi.

Disebutkannya dana untuk pembangunan dan perbaikan jalan setiap tahun yang dianggarkan Pemkab Bangka tidak kurang dari Rp 200 milyar. Namun sia-sia jika jalan cepat rusak.

"Hilang percuma. Saya agak marah juga kemarin buat jalan itu 1 kilometernya misalnya Rp 5 milyar tapi tahan 10 tahun. Coba dari PU hitung itu, ini persoalan setiap tahun memperbaiki jalan terus. Jalan di Labu jelek sumpah serapah kek bupati kapan bagus terima kasih ge dakde," kata Tarmizi kesal.

Namun diakuinya itu resikonya sebagai bupati sebagai pelayan masyarakat. Menurut Mantan Sekda Bangka ini sama dengan tugas para kades sebagai pelayan masyarakat jika kinerja bagus tidak ada terima kasih dari masyarakat.

"Kapan jelek dikit salah kades. Mengurus rakyat macem tu nek dek nek. Sadarlah malam-malam banyak-banyak sujud melapor kek Tuhan bai, nek dak nek, saya juga sama," ungkap Tarmizi.

Penulis: nurhayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved