Pria Ini Pakai Sabu Obati Sakit Jantung, Alasannya Tak Punya BPJS

Warga Jalan Kemakmuran, Samarinda, Kalimantan Utara ini menggunakan narkoba jenis sabu untuk menahan sakit jantungnya.

Pria Ini Pakai Sabu Obati Sakit Jantung, Alasannya Tak Punya BPJS
TRIBUN KALTIM/CHRISTOPER DESMAWANGGA
Thafauni (berdiri, 2 dari kiri) bersama pelaku lainnya saat dimintai keterangan oleh Kasat Reskoba Polresta Samarinda, Kompol Belny Warlansyah, Sabtu (1/10/2016). 

BANGKAPOS.COM, SAMARINDA - Pria berusia 54 tahun ini merupakan pengidap penyakit jantung, namun karena belum memiliki BPJS Kesehatan, warga Jalan Kemakmuran, Samarinda, Kalimantan Utara ini menggunakan narkoba jenis sabu untuk menahan sakit jantungnya.

Thaufani yang diamankan oleh jajaran kepolisian dari Satreskoba Polresta Samarinda, pada kamis (29/9/2016) malam lalu, hanya bisa tertunduk malu saat dimintai keterangan oleh awak media.

Thaufani menjelaskan, pertengahan tahun lalu, penyakit jantung yang dideritanya memburuk, saat itu dirinya belum memiliki BPJS untuk berobat di rumah sakit, hal itulah yang membuat dirinya menggunakan sabu untuk meredakan rasa sakit jantungnya tersebut.

"Saya pakai sabu untuk redakan sakit jantung, karena pertengah tahun lalu saya belum miliki BPJS, karena kalau sekali ke dokter tanpa BPJS, saya bisa keluarkan uang sekitar Rp 2 jutaan lebih, karena obatnya yang mahal," tuturnya.

Kendatai telah memiliki BPJS, namun dirinya tetap tidak bisa berhenti menggunakan sabu, dan sekarang ikut menjadi pengedar sabu.

Barang bukti berupa 11 poket sabu seberat 5,43 gram, lakban hitam dan satu unit motor diamankan dari dirinya, saat diamankan di jalan Pelita.

"Sekarang sudah punya BPJS, dan biaya berobat jadi lebih ringan, karena saya tidak boleh berhenti konsumsi obat. Sabu itu bukan milik saya, hanya dititipkan saja ke saya," ungkapnya.

Sementara itu, Kasat Reskoba Polresta Samarinda, Kompol Belny Warlansyah menjelaskan, tindakan yang salah dengan menggunakan narkoba untuk mengobat penyakit, dia minta hal itu tidak diikuti oleh warga lainnya untuk mengobati suati penyakit.

"Sudah sering kami dapati pelaku yang mengaku pakai narkoba untuk obati sakit. Ini hal yang salah dan jangan diikuti, kalau sakita ya periksakan ke dokter, jangan pakai narkoba. Apapun alasannya, kalau sudah terlibat dalam kasus narkoba, akan kami amankan," tegasnya.

Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved