Heboh, Warga Desa Trubus Temukan Pria Paruh Baya Sudah Membusuk di Rumahnya

Heri tetangganya dan warga sekitar curiga karena selalu mencium bau busuk saat melintasi rumah yang didiami Lie Ping Hiok.

Heboh, Warga Desa Trubus Temukan Pria Paruh Baya Sudah Membusuk di Rumahnya
net
Ilustrasi mayat 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Warga Desa Trubus, Kecamatan Lubuk Besar, Bangka Tengah heboh. Seorang warga desa itu, Lie Ping Hiok (46) ditemukan sduah dalam kondisi membusuk di rumahnya.

Heri tetangganya dan warga sekitar curiga karena selalu mencium bau busuk saat melintasi rumah yang didiami Lie Ping Hiok.

Heri mengaku korban sudah tidak pernah terlihat lagi beraktifitas sejak empat hari lalu. Kerena takut terjadi sesuatu, ia langsung melaporkan ke kades Trubus.

Mendapat laporan tersebut, Kades Trubus langsung datang ke rumah Thu A Ni yang saat ini didiami oleh korban dan menyuruh linmas desa bernama Susanto untuk mengintip ke dalam rumah.

Dan kecurigaan mereka benar, di dalamnya ada sesosok mayat laki-laki sudah membusuk.

Penemuan tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Lubuk Besar. diwakili oleh Kabag Ops Polres Bateng, Kompol Nur Samsi mengatakan korban merupakan warga desa setempat yang tinggal sendiri di rumah bekas orangtuanya.

"Hari Minggu 2 Oktober 2016, kami mendapatkan informasi bahwa ada penemuan mayat. Setelah kami datangi memang benar adanya informasi tersebut dan langsung ditangani oleh Polsek Lubukbesar," ujarnya mewakili Kapolres Bangka Tengah, Frenky Yusandhy, Senin (3/10).

Selama hidupnya, Lie Ping Hiok jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya dan suka menyendiri.

"Bedasarkan keterangan tetangga dan keluarga, Lie Ping Hiok sendiri tidak pernah mengeluh sakit dan jarang bergaul dengan lingkungan sekitar," tambahnya.

Namun pihak kepolisian kesulitan untuk mengungkapkan kematian warga desa Trubus tersebut karena pihak keluarga menolak untuk diautopsi.

"Dari hasil pemeriksaan medis sementara, dari pengecekan kondisi luar jenazah tidak ditemukan luka ataupun tanda-tanda kekerasan, menurut keterangan dokter harus membutuhkan pemeriksaan lebih intensif dengan cara autopsi namun ditolak keluarga," terang Nur Samsi. (n9)

Editor: Hendra
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved