Nonton Balapan F1, 9 Warga Australia Nyaris Bugil Kenakan Kancut Motif Bendera Malaysia

Sembilan warga Australia kedapatan hanya mengenakan celana dalam bermotif bendera Malaysia, pada gelaran balapan Formula 1, akhir pekan lalu.

Nonton Balapan F1, 9 Warga Australia Nyaris Bugil Kenakan Kancut Motif Bendera Malaysia
The Sydney Morning Herald
Sembilan warga Australia kedapatan hanya mengenakan celana dalam bermotif bendera Malaysia, pada gelaran balapan Formula 1, akhir pekan lalu. 

BANGKAPOS.COM, SEPANG - Kepolisian Distrik Sepang menangkap sembilan warga Australia, yang kedapatan hanya mengenakan celana dalam bermotif bendera Malaysia, pada gelaran balapan Formula 1, akhir pekan lalu.

Pihak berwenang mengatakan, kesembilan pria yang merupakan penggemar F1 dan berusia antara 25-29 tahun, ditangkap setelah balapan usai, di Sirkuit Internasional Sepang.

"Mereka akan ditahan selama empat hari mulai hari ini. Masa penahanan akan dibahas dengan Wakil Jaksa Penuntut Umum untuk tindakan lebih lanjut," kata Komisaris Abdul Aziz, Asisten Kepala Polisi Distrik Sepang, seperti dikutip New Straits Times.

Foto-foto sembilan pria nyaris telanjang itu beredar luas di media sosial, dan memicu kemarahan di kalangan netizen, namun ada juga yang menganggap itu lucu dan menggelikan.

Kesembilan pria itu berpesta dengan busana minim, seiring kemenangan pembalap Australia, Daniel Ricciardo.

Berbagai pasal siap menjerat mereka, termasuk dugaan penghinaan terhadap 'Jalur Gemilang', julukan bendera Malaysia.

Sementara, Kedutaan Besar Australia di Kuala Lumpur belum mengeluarkan komentar mengenai penangkapan kesembilan warga mereka.

Juni tahun lalu, empat warga asing diseret ke pengadilan Malaysia, setelah kedapatan bugil di Gunung Kinabalu.

Keempat orang itu adalah dua wanita bersaudara asal Kanada, seorang wanita Inggris, dan satu pria Belanda. Mereka dipenjara selama empat hari.

Kala itu, masyarakat adat di Sabah menuduh aksi bugil para wisatawan tersebut membuat roh penunggu Gunung Kinabalu marah, sehingga memicu gempa bumi yang membuat 18 orang meningal dunia.

Gempa itu terjadi satu minggu setelah 10 wisatawan berfoto di puncak gunung.

Editor: fitriadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved