Breaking News:

Pengadilan Tinggi Vonis Bebas Terdakwa Korupsi Dana Hibah Masjid

"Terdakwa tipikor dana hibah (Daryono--red) kita jatuhkan vonis bebas," kata Humas PT Babel, Agus Wargi SH MH

Editor: edwardi
bangkapos.com/Ryan A Prakasa
Inilah gedung kantor Pengadilan Tinggi Provinsi Bangka Belitung (PT Babel), terletak di kawasan Komplek perkantoran Pemprov Bangka Belitung, Air Itam, Kota Pangkalpinang. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pengadilan Tinggi Provinsi Bangka Belitung (PT Babel) akhirnya menjatuhkan vonis bebas seorang terdakwa, Daryono terkait kasus tindak pidana korupsi (tipikor) penyimpangan dana hibah yang disalurkan untuk pembangunan masjid di Desa Romadon, Kecamatan Sungai Selan, Kabupaten Bangka Tengah.

"Terdakwa tipikor dana hibah (Daryono--red) kita jatuhkan vonis bebas," kata Humas PT Babel, Agus Wargi SH MH ditemui di ruang kerjanya, Selasa (4/10/2016).

Daryono (46), selaku terdakwa dalam perkara kasus korupsi bantuan dana hibah senilai Rp 200 juta tahun anggaran 2013 bersumber dari dana APBD Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Pemprov Babel), namun dalam persidangan di Pengadilan Negeri (Tipikor) Pangkalpinang oleh majelis hakim setempt terdakwa (Daryono) divonis hukuman 1 tahun kurungan penjara, dengan denda Rp 50 juta.

Terpisah, Tukijan Keling SH selaku penasihat hukum terdakwa (Daryono) saat dikonfirmasi terkait putusan pihak PT Babel menjatuh vonis bebas terhadap kliennya (Daryono) justru Tukijan mengaku dirinya belum mengetahui.

"O ya saya belum tahu informasi karena putusan pihak PT Babel vonis bebas klien kita (Daryono--red) sampai saat ini belum ada tembusan ke pihak Pengadilan Negeri (Tipikor) Pangkalpinang," jawab Tukijan saat dihubungi melalui nomor ponselnya, Selasa (4/10/2016) malam.

Namun Tukijan menambahkan putusan pihak PT Babel tersebut merupakan tindak lanjut upaya hukum atau banding yang dilakukan ia selaku penasihat hukum terdakwa (Daryono) atas putusan vonis majelis hakim Pengadilan Negeri (Tipikor) Pangkalpinang belum lama ini menjatuhkan vonis 1 tahun kurungan penjara.

Seperti dalam berita pernah dilansir oleh harian ini menjelaskan jika uang senilai Rp 200 juta merupakan bantuan dana hibah dari pihak Pemprov Babel yang disalurkan kepada Yayasan Nurul Iman di Desa Romadon Kecamatan Sungai Selan, namun dalam penggunaan pihak kejaksaan (Kejati Babel) menduga jika terdakwa melakukan penyimpangan terhadap bantuan dana hibah tersebut, antaran dalam penggunaanya tidak sesuai dengan permohonan proposal yang diajukan tersebut.

"Dalam pengajuan proposal itu tertera untuk kepentingan renovasi mesjid di desa Romadon Sungai Selan. Namun setelah diketahui ternyata uang bantuan itu dipergunakan untuk pembangunan penuh," kata Rahmat. Selain itu Daryono pun diduga telah melakukan penyelewengan dalam hal pengajuan laporan pertanggungan jawaban (LPJ) fiktip," kata jaksa penuntut umum (JPU), Rahmat Purwanto SH ditemui di gedung pengadilan setempat sebelumnya.

Sementara Jumlah uang yang terpakai itu sebanyak Rp 200 juta namun uang sejumlah itu baru sebagian dikembalikan kepada pemerintah daerah sebanyak Rp 180 juta.

"Sisanya Rp 20 juta itu masih terhutang. Sampai saat ini untuk membayar kembali uang sejumlah itu (Rp 20 juta--red) untunglah ada partisipasi masyarakat di desa kita itu," kata terdakwa singkat saat ditemui usai menghadiri sidang di gedung Pengadilan Negeri (Tipikor) Pangkalpinang beberapa waktu sebelum terdakwa divonis majelis hakim.

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved