SPG Malang Ini Tak Berdaya Digilir 5 Pria Mabuk di Lapangan Bola dan di Rumah, Tiga Pelaku Buron

Sampai di lapangan bola korban langsung diperkosa oleh empat orang teman Ab yang tidak dikenal oleh korban

SPG Malang Ini Tak Berdaya Digilir 5 Pria Mabuk di Lapangan Bola dan di Rumah, Tiga Pelaku Buron
net
ilustrasi 

"Tidak lama dari itu korban (Bunga) diajak oleh pelaku Ab dan teman-temannya ke Lapangan Bola SMPN 2 Toboali. Sampai di lapangan bola korban langsung diperkosa oleh empat orang teman Ab yang tidak dikenal oleh korban," terangnya.

Sementara untuk ketiga pelaku lainnya Ri, Si dan Na masih dalam pencarian buser. Dia mengatakan, pelaku dikenakan Pasal 285 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Dari pengakuan Ab, yang diketahui residivis kasus penganiayaan ini, dia mengejar korban yang juga sudah dikenal.

Korban lalu diajak oleh pelaku nongkrong bersama mereka di bengkel motor Teladan.

"Awal ketemu di jalan, mereka tengah beli makanan. Terus teman bilang ada cewek, kami mengejar mereka, lalu bawa ke bengkel di Teladan, kami ajak nongkrong. Waktu itu kami mengganggu Rs, lalu Rs dibawa teman lain entah kemana," kata Ab.

Bunga yang ditinggal sendirian di tempat tongkrongan dibujuk oleh Ab dengan dalih ingin menyusul Rs.

Namun bukan dibawa untuk menemui Rs, pelaku membawa korban ke Lapangan Bola SMPN 2 Toboali untuk melampiaskan aksi bejatnya.

"Saya mengajak Bunga untuk menyusul temannya. Kami gonceng tiga, sama dengan Ma (teman Ab), kami ajak ke lapangan bola, lalu bertiga turun duduk di podium. Saya bilang sama Ma sebentar keluar dulu, nyantai dengan kawan lain aku ada gawe," ujar Ab.

Berselang itu, karena Ma dimintai keluar oleh Ab, ia pun pergi. Pada saat itulah pelaku Ab memperkosa Bunga.

"Ia sempat memberontak, posisinya dia sudah baring, dan saya pegang kakinya. Dia bilang saya tidak pernah diginiin. Tidak apa apa kata saya," kata Ab.

Halaman
123
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved