SPG Malang Ini Tak Berdaya Digilir 5 Pria Mabuk di Lapangan Bola dan di Rumah, Tiga Pelaku Buron

Sampai di lapangan bola korban langsung diperkosa oleh empat orang teman Ab yang tidak dikenal oleh korban

SPG Malang Ini Tak Berdaya Digilir 5 Pria Mabuk di Lapangan Bola dan di Rumah, Tiga Pelaku Buron
net
ilustrasi 

BANGKAPOS.COM--Seorang gadis berusia 19 tahun di Toboali, Bangka Selatan sebut saja namanya Bunga, menjadi korban pemerkosaan bergilir lima orang pemuda, Selasa (27/9) dinihari lalu.

Dua di antara pelaku sudah ditangkap polisi, sementara tiga lainnya masih dalam pengejaran.

Dua pelaku yang ditangkap masing-masing berinisial Ab (22) dan Ma (32) warga Kampung Bukit, Toboali diringkus Satuan Reskrim Polres Basel, Minggu (2/10). Keduanya ditangkap Bunga mengadukan ke polisi pada Minggu siang.

Setelah mendapat laporan, polisi menyelusuri keberadaan pelaku Ab di rumahnya di Kampung Bukit.

Dari mulut Ab, buser lalu menangkap Ma tanpa perlawanan.

Kasat Reskrim Polres Basel AKP Erwan mengatakan, korban mengaku ada lima orang yang memperkosanya. Korban ternyata mengenali semua pelaku, sehingga membantu polisi untuk menangkapnya.

"Dari informasi itu, setelah beberapa jam anggota berhasil mengamankan dua dari lima pelaku yakni Ab dan Ma warga Kampung Bukit," kata Erwan, Senin (3/10).

Erwan menjelaskan, korban diperkosa secara bergiliran di Lapangan Bola SMPN 2 Toboali, Selasa (27/9) lalu sekitar pukul 03.00 WIB.

Korban bekerja sebagai SPG atau wanita yang mempromosikan produk pada Senin (26/9) malam bersama temannya, Rs membeli makanan di Simpang Bukit.

Tiba di Jalan Parit Delapan Toboali, korban dan Rs diberhentikan oleh Ab bersama temannya. Korban dibawa untuk nongkrong di bengkel sepeda motor di Jalan Teladan.

"Tidak lama dari itu korban (Bunga) diajak oleh pelaku Ab dan teman-temannya ke Lapangan Bola SMPN 2 Toboali. Sampai di lapangan bola korban langsung diperkosa oleh empat orang teman Ab yang tidak dikenal oleh korban," terangnya.

Sementara untuk ketiga pelaku lainnya Ri, Si dan Na masih dalam pencarian buser. Dia mengatakan, pelaku dikenakan Pasal 285 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Dari pengakuan Ab, yang diketahui residivis kasus penganiayaan ini, dia mengejar korban yang juga sudah dikenal.

Korban lalu diajak oleh pelaku nongkrong bersama mereka di bengkel motor Teladan.

"Awal ketemu di jalan, mereka tengah beli makanan. Terus teman bilang ada cewek, kami mengejar mereka, lalu bawa ke bengkel di Teladan, kami ajak nongkrong. Waktu itu kami mengganggu Rs, lalu Rs dibawa teman lain entah kemana," kata Ab.

Bunga yang ditinggal sendirian di tempat tongkrongan dibujuk oleh Ab dengan dalih ingin menyusul Rs.

Namun bukan dibawa untuk menemui Rs, pelaku membawa korban ke Lapangan Bola SMPN 2 Toboali untuk melampiaskan aksi bejatnya.

"Saya mengajak Bunga untuk menyusul temannya. Kami gonceng tiga, sama dengan Ma (teman Ab), kami ajak ke lapangan bola, lalu bertiga turun duduk di podium. Saya bilang sama Ma sebentar keluar dulu, nyantai dengan kawan lain aku ada gawe," ujar Ab.

Berselang itu, karena Ma dimintai keluar oleh Ab, ia pun pergi. Pada saat itulah pelaku Ab memperkosa Bunga.

"Ia sempat memberontak, posisinya dia sudah baring, dan saya pegang kakinya. Dia bilang saya tidak pernah diginiin. Tidak apa apa kata saya," kata Ab.

Berlanjut dari itu, setelah Ab selesai memperkosa Bunga, kembali datang empat teman pelaku lainnya, yang kembali memperkosa korban dalam keadaan lemas tidak berdaya.

"Saya keluar, saya bilang mau ambil jaket di bengkel. Di bengkel saya melihat masih ada anak- anak, saya minum sebentar. Sekitar setengah jam, saya kembali lagi ke podium melihat cewek itu lagi diperkosa," jelasnya.

Namun aksi bejat Ab tidak berhenti, dia kembali memperkosa Bunga di kediaman temannya, Ri di Kampung Seberang pada siang harinya.

"Saya melakukan di rumah teman Kampung Seberang. Setelah itu baru dia minta pulang sendiri, lalu saya suruh pulang, dia bawa motor sendiri," ungkap Ab. (N4)

Mabuk Arak
Pelaku yang pertama kali memperkosa korban Bunga (19) yakni Ab warga Kampung Bukit mengaku sedang mabuk minuman keras saat memperkosa korban.

Saat itu, ia dan empat teman lainnya sedang nongkrong sambil minum arak.

"Karena bawaan mabuk, tidak sadar. Saya baru sekali itu melakukan, karena bawaan mabuk jadi memperkosa," kata Ab yang juga baru dua bulan keluar dari penjara itu.

Sama dengan teman lain yang berhasil diamankan pihak Polres Basel, yakni Ma (32) mengaku niatnya memperkosa karena disuruh teman lainnya, yang saat itu memperkosa Bunga.

"Sampai di podium lapangan bola disuruh teman-teman, awalnya tidak mau tapi disuruh," ujar Ma.

Ia juga mengatakan saat memperkosa dalam keadaan mabuk arak. Ma menjadi orang ketiga yang memperkosa Bunga pada malam itu.

"Saya yang ketiga setelah Ab dan Si," ucapnya. (n4)

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved