Duterte Dijuluki 'Presiden Pembunuhan Berantai' Gara-gara Berantas Narkoba

Media Perancis, The Liberation, menyebut Presiden Filipina Rodrigo Duterte sebagai 'Presiden pembunuh berantai'

Duterte Dijuluki 'Presiden Pembunuhan Berantai' Gara-gara Berantas Narkoba
Philippine Star/AP/Bullit Marquez
Rodrigo Duterte 

BANGKAPOS.COM, PARIS -- Sebuah media Perancis, The Liberation, menyebut Presiden Filipina Rodrigo Duterte sebagai 'Presiden pembunuh berantai' menyusul sikap tegasnya dalam upaya pemberantasan sindikat narkoba di negaranya.

Berita tentang Duterte tersebut tampil sebagai headline atau berita utama di halaman depan The Liberation. Koran ini menyajikan liputan Duterte yang tidak kenal lelah berperang melawan narkoba dalam dalam empat halaman.

Artikel juga menyentuh pernyataan Duterte tentang sumpah serapahnya terhadap Presiden Amerika S Barack Obama dan Paus Fransiskus.

Dalam sebuah wawancara radio hari Minggu pagi, Sekretaris Interior Mike Suo mengatakan tudingan sebagai "pembunuh berantai" terhadap Duterte adalah "sangat tidak adil."

"Jika Presiden Duterte tidak melakukan ini? Di pandangannya kita,  tidak ada pembunuhan di sini karena sebagian besar mereka yang mati orang-orang yang melawan polisi, " kata Suo dalam wawancara dengan Radio DZMM.

“The Liberation” adalah di antara kantor media asing terbaru yang melaporkan kampanye antinarkotika pemerintahan Duterte yang terus menarik perhatian internasional di tengah kritik terhadap pelanggaran HAM atas melegalkan pembunuhan terhadap pelaku perdanganan narkotika.

Publikasi internasional seperti The Guardian, TIME, The New York Times dan Washington Post sebelumnya menampilkan aspek-aspek yang berbeda dari perang melawan Narkoba pemerintahan Duterte.

Duterte dan pemerintahannya telah berulang kali dikritik media asing 

Per 7 Oktober, The Inquirer mencatat "daftar terbunuh" dimana mencatat sudah 1.234  orang tewas sejak 30 Juni atau setelah Presiden Duterte menduduki jabatan.

Sumber: The Inquirer

Editor: edwardi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved