Melongok Tradisi Duel Mematikan yang Ada di Dunia, Paling Mengerikan Duel Carok Madura

duel dipilih sebagai jalan akhir untuk menyelesaikan masalah. Dalam sejarahnya, penggunaan duel sebagai solusi dari masalah pelik

Melongok Tradisi Duel Mematikan yang Ada di Dunia, Paling Mengerikan Duel Carok Madura
net
carok 

Duel Ala Afrika yang Masih Awet Sampai Sekarang

Dulu, suku-suku di Afrika juga memiliki tradisi duel. Versi mereka, duel nggak hanya untuk menyelesaikan masalah, tapi juga mencakup berbagai tujuan, bahkan bersenang-senang. Dan yang unik, duel untuk keperluan senang-senang itu masih ada sampai sekarang.

Dari banyak tradisi duel di benua hitam, salah satu yang paling terkenal bernama Nguni.

 Nguni ini dilakukan antara dua orang dengan memakai senjata berupa tongkat berduri. Uniknya, Nguni disaksikan oleh wasit.

Duel ala Afrika ini diketahui nggak sampai membunuh petarungnya. Pasalnya, duel akan berakhir ketika salah satu orang sudah tak kuat untuk berdiri atau pingsan. 

Carok, Duel Khas Madura

Nggak hanya di luar negeri sana, Indonesia pun juga punya tradisi duelnya sendiri. Namanya adalah Carok yang dilakukan oleh orang-orang Madura.

Carok ini memang merupakan semacam tradisi orang-orang sana untuk menyelesaikan masalah. Dan yang bikin merinding adalah Carok ternyata masih ada sampai sekarang.

 Sudah ada cukup banyak berita-berita tentang Carok di Madura. Dan rata-rata duel ini selalu melahirkan korban-korban.

Kebanyakan Carok dilakukan lantaran banyak sebab. Bisa karena hutang piutang, difitnah, dan sebagainya. Tapi, dari semua Carok yang pernah terjadi, wanita adalah penyebab terbesarnya. Bisa karena selingkuh atau mungkin diganggu rumah tangganya. 

Duel seperti ini memang sebaiknya mulai ditinggalkan. Selain caranya sangat kasar, metode ini pun juga nggak benar-benar menghasilkan sesuatu yang sangat adil. Bisa jadi ketika ada masalah kemudian berlanjut duel, yang benar justru kalah. Dalam duel nggak ada yang benar atau salah, tetapi siapa yang kuat dan lemah.(boombastis.com)

Editor: tidakada016
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved