Arkeolog di China Temukan Jasad Pria Berusia 2.800 Tahun Terbungkus Ganja

Berdasarkan sebuah artikel yang dipublikasikan Economic Botany, belum lama ini para ilmuwan China menemukan sebuah makam kuno berisi 13 batang pohon..

Arkeolog di China Temukan Jasad Pria Berusia 2.800 Tahun Terbungkus Ganja
shutterstock
Ilustrasi : Daun ganja.

BANGKAPOS.COM, BEIJING -- Saat ini ganja dianggap benda terlarang di berbagai negara dan siapapun yang memilikinya bisa berurusan dengan hukum.

Namun, di masa lalu ganja kemungkinan besar memiliki fungsi lain, setidaknya berdasarkan temuan para arkeolog di China.

Berdasarkan sebuah artikel yang dipublikasikan Economic Botany, belum lama ini para ilmuwan China menemukan sebuah makam kuno berisi 13 batang pohon ganja yang disusun diagonal untuk menutup jasad seorang pria.

Menurut pemeriksaan karbon, jasad yang ditemukan di dalan makam kuno di wilayah barat laut China itu berusia antara 2.400-2.800 tahun.

Makam itu hanya satu dari 240 makam yang terletak di cekungan Turpan, sebuah oase penting di kawasan gurun di sepanjang Jalur Sutra.

Para ahli menduga jasad pria itu berusia 35 tahun saat dimakamkan dan kemungkinan besar adalah etnis Kaukasia serta diyakini adalah seorang dukun dari suku Subeixi.

Meski ini bukanlah kali pertama para ilmuwan menemukan tanaman ganja di lokasi-lokasi bersejarah di barat laut China, tetapi cara menaruh tanaman itu memberikan bukti baru.

Para ilmuwan menduga tanaman itu masih segar saat digunakan menutup jasad pria itu dan kemungkinan besar tanaman ini dipakai untuk kegiatan spiritual atau pengobatan.

"Ini adalah kali pertama para arkeolog menemukan beberapa batang tanaman ganja dalam kondisi lengkap dan pertama kali juga menemukan tanaman ini digunakan sebagai 'pembungkus' jasad yang dimakamkan," ujar pemimpin penelitian, Hongen Jiang kepada National Geographic.

Tanaman ganja memang bisa digunakan untuk membuat pakaian dan bijinya bisa dikonsumsi.

Namun, kata Jiang, di lokasi itu tak ditemukan pakaian dari bahan ganja dan jumlah tanaman itu terlalu sedikit untuk dikonsumsi.

Di sisi lain, para ilmuwan menyimpulkan bahwa kegunaan ganja untuk keperluan pengobatan dan spiritual sudah lazim di antara rakyat Eurasia Tengah sepanjang milenium pertama sebelum kemunculan agama Kristen.(*/shanghaiist, National Geographic,)

Editor: asmadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved