Sabtu, 11 April 2026

Pantau Kinerja, Jokowi Bakal 'Mata-matai' Kantor BPN

"Mata saya memang cuma dua, tapi intelijen ada di mana-mana. Kalau saya perintah untuk mengawasi, pasti akan diawasi,"

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Presiden Joko Widodo berbicara pada acara peresmian Terminal Petikemas Kalibaru, Pelabuhan Utama Tanjung Priok atau New Priok Container Terminal (NPCT) 1 di Jakarta, Selasa (13/9/2016). Terminal Petikemas Kalibaru merupakan terminal petikemas pertama dalam pembangunan Fase IA Terminal New Priok yang terdiri atas tiga terminal petikemas dan dua terminal produk. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo menyatakan, akan memantau kinerja Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan kantornya di daerah.

Pantauan dilakukan karena dia tidak ingin proses pengurusan sertifikat lama.

Bukan hanya itu saja, pantauan dilakukan supaya pungutan liar dalam proses pengurusan sertifikat yang selama ini dianggapnya menyengsarakan masyarakat kecil bisa hilang.

"Mata saya memang cuma dua, tapi intelijen ada di mana-mana. Kalau saya perintah untuk mengawasi, pasti akan diawasi," kata Jokowi dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Bey Mahmudin, Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Senin (10/10).

Jokowi mengatakan, sertifikat bagi masyarakat khususnya, petani maupun pengusaha kecil penting.
Kepemilikan sertifikat bisa memperluas akses permodalan mereka dalam menjalankan usaha.

Oleh karena itulah Jokowi berpesan kepada masyarakat agar sertifikat yang diterbitkan untuk mereka bisa dimanfaatkan untuk tujuan produktif.

"Saya titip. Kalau sudah punya sertifikat disimpan. Tapi kalau dipakai untuk beli mobil dan sepeda motor saya pesan jangan," katanya.  

(Agus Triyono)

Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved