Breaking News:

Pasukan Swedia Untuk PBB Tembak Mati Calon 'Pengantin' di Timbuktu

Pasukan Swedia yang bertugas untuk misi PBB di Mali menembak mati seorang pria yang berusaha melakukan serangan bom bunuh diri di pusat kota...

HABIBOU KOUYATE / AFP
Pasukan PBB mengukiti upacara serah terima tugas dari pasukan Afrika dan Perancis di Bamako, Mali. Sebanyak 12.600 pasukan PBB bertugas mengamankan pemilihan presiden Mali yang dijadwalkan pada 28 Juni mendatang. 

BANGKAPOS.COM, BAMAKO -- Pasukan Swedia yang bertugas untuk misi PBB di Mali menembak mati seorang pria yang berusaha melakukan serangan bom bunuh diri di pusat kota Timbuktu. Demikian sumber PBB mengabarkan, Selasa (11/10/2016).

Misi PBB di Mali (MINUSMA) dikirim ke negara Afrika itu pada Juli 2013 beranggotakan 11.000 personel polisi dan militer internasional dalam upaya mengamankan wilayah Sahel yang luas.

"Seorang pelaku serangan bunuh diri yang akan beraksi berhasil dinetralkan," demikian sumber PBB yang tak mau disebutkan namanya.

Sementara itu, seorang pejabat lokal di Timbuktu mengatakan, pasukan PBB yang bertugas melihat tersangka "pengantin" membawa bahan peledak. 

"Dia tewas ditembak menurut informasi yang saya dapatkan oleh batalion Swedia yang merupakan bagian dari misi MINUSMA di Timbuktu," tambah pejabat itu.

Saat ini terdapat 209 personel militer dan sembilan polisi Swedia yang bertugas di bawah bendera PBB di Mali. Demikian data terakhir PBB pada Agustus lalu.

Kabar ini langsung mendapat tanggapan dari Menteri Luar Negeri Swedia Margot Wallstrom lewat akun Twitter-nya.

"Lega mendengar semua anggota pasukan perdamaian Swedia di Mali selamat, menyusul rencana serangan bunuh diri. Pasukan kami melakukan pekerjaan yang hebat bersama PBB untuk menciptakan kedamaian," ujar Margot.

Wilayah utara Mali dikuasai kelompok militan yang terkait dengan Al Qaeda pada awal 2012 sehingga membawa negeri Afrika ini ke dalam kekacauan.

Intervensi militer internasional di Mali dimual pada 2013 dan berhasil mengusir kelompok militan keluar dari permukiman-permukiman penduduk yang sempat mereka kendalikan.

Namun, sebagian besar wilayah Mali belum berhasil dikendalikan pasukan internasional atau militer negeri itu.

Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved