Jumat, 1 Mei 2026

Dispernak Bangka Sulap Halaman Kantor Jadi Kebun Hijau

Keterbatasan lahan kantor yang sempit tidak menyurutkan para pegawai dispernak untuk bercocok tanam.

Tayang:
Penulis: nurhayati | Editor: edwardi
bangkapos.com/Nurhayati
Bupati Bangka H Tarmizi Saat bersama Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Kemas Arfani Rahman dan Staf Dispernak Kabupaten Bangka, menunjukan hasil panen bawang merah, Rabu (12/10/2016) di Halaman Dispernak Kabupaten Bangka. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka 'menyulap' halaman kantor menjadi demplot atau kebun percontohan yang ditumbuhi berbagai tanaman dari jagung, kacang tanah, kunyit hingga bawang merah.

Keterbatasan lahan kantor yang sempit tidak menyurutkan para pegawai dispernak untuk bercocok tanam.

Diakui Kepala Dispenak Kabupaten Bangka Kemas Arfani Rahman, demplot ini sudah berjalan tiga tahun terakhir sebagai percontohan.

"Lahan ini sebetulnya lahan sangat kritis yakni lahan pasir yang bisa dilakukan penanaman. Setiap tahun lahan ini ditanam jagung, sayuran. Tahun ini kita nanam jagung, kacang tanah, bawang kemudian kacang panjang," kata Kemas usai melakukan panen bawang merah bersama Bupati Bangka H Tarmizi Saat kepada bangkapos.com, Rabu (12/10/2016) di Dispernak Kabupaten Bangka.

Maksud penanaman ini untuk membuktikan lahan pasir bisa bermanfaat dengan teknologi yang mereka miliki memanfaatkan pupuk organik kapur dan pupuk organik hayati yang dibuat sendiri di kantor.

Selain itu kebun percontohan ini menjadi ajang pendidikan dimana para siswa magang dari SMK Pertanian baik dari Mendobarat maupun Kelapa hingga dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) sebagai sarana pendidikan.

Dengan adanya demplot ini juga menurut Kemas diharapkan dapat memotivasi para SKPD lain di Kabupaten Bangka agar memanfaatkan lahan kantor untuk berkebun.

"Ini menjadi tempat setiap SKPD bisa memanfaatkan lahan pekarangan untuk yang bermanfaat. Jadi jangan semuanya diconblok habis tetapi ada manfaatnya lahan yang sangat kritis masih bisa dimanfaatkan," kata Kemas.

Kebun di dispernak ini lanjutnya bisa jadi SKPD lain agar bisa mencontoh dispernak dalam perkebun.

"Alhamdulillah seperti jagung hasilnya nyata. Jagung biji dua, biji tiga bisa dan hasilnya jagung manis sangat bagus. Untuk bawang karena hujan terpaksa kita panen dini daripada dia busuk tapi kalau kacang tanah bisa insya Allah hasilnya baik," ungkap Kemas.

Mereka juga menanam tidak menggunakan bahan kimia dalam menanam tanaman palawija ini maupun sayur-sayuran.

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved