Dukung Program P2KP, BI Serahkan Bantuan Untuk Kelompok Tani Wanita di Bangka

Bayu menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Babel triwulan II Tahun 2016 mencapai Rp 11,875 miliar atau tumbuh sebesar 3,67 persen

Dukung Program P2KP, BI Serahkan Bantuan Untuk Kelompok Tani Wanita di Bangka
IST
Kepala perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bangka Belitung Bayu Martanto bersama Bupati Bangka H Tarmizi Saat melakukan penandatanganan Memorium of Understanding (MoU) kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bangka dalam pengembangan ekonomi dan peningkatan daya saing daerah di Kabupaten Bangka, Rabu (12/10/2016) di Ruang Bangka Bermartabat Kantor Bupati Bangka. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan penandatanganan Memorium of Understanding (MoU) kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bangka dalam pengembangan ekonomi dan peningkatan daya saing daerah di Kabupaten Bangka, Rabu (12/10/2016) di Ruang Bangka Bermartabat Kantor Bupati Bangka.

Pada kesempatan ini, Kepala perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bangka Belitung Bayu Martanto, disaksikan Bupati Bangka H Tarmizi Saat menyerahkan bantuan dari Bank Indonesia untuk Program Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) kepada lima Kelompok Tani Wanita (KTW) di Kabupaten Bangka sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi dan pemberdayaan perempuan.

Lima KWT yang menerima bantuan yakni Mawar Merah Desa Riding Panjang, Matras Mentari dari Kelurahan Matras, Selendang Mayang dari Desa Sempan Pemali, Pelangi Makmur Desa Karya Makmur dan Sawitri Mandiri. Masing-masing KWT ini menerima dana senilai Rp 40 juta rupiah dan Islamic Center menerima bantuan senilai Rp 80 juta.

Pada kesempatan ini Bayu menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Babel triwulan II Tahun 2016 mencapai Rp 11,875 miliar atau tumbuh sebesar 3,67 persen. Angka ini lebih tinggi dari triwulan sebelumnya yang hanya sebesar 3,30 persen.

"Pertumbuhan terjadi pada hampir seluruh lapangan usaha kecuali pertambangan dan penggalian serta jasa perusahaan yang masih mengalami kontraksi," jelas Bayu dalam sambutannya.

Ia menilai pertumbuhan ekonomi di atas tidak terlalu tinggi namun demikian hal tersebut juga dialami oleh daerah lain di Sumatera dan Kalimantan yang mengandalkan sumber daya alam dalam menunjang perekonomian.

Sedangkan dari sisi pengeluaran komponen utama yang mendominasi adalah konsumsi rumah tangga sementara ekspor masih mengalami kontraksi seiring menurunnya ekspor industri CPO dan produksi hasil perkebunan (lada).

Sementara itu inflasi Babel bulan September 2016 tercatat sebesar 0,17 persen, lebih rendah dibanding bulan sebelumnya yang mengalami inflasi 0,39 persen.

"Secara tahunan, inflasi Bangka Belitung bulan September 2016 mencapau 4,27 (yoy) persen atau 4,58 (ytd) persen masih dalam sasaran inflasi sebesar
4±1 persen," kata Bayu.

Sedangkan Kota Pangkalpinang mengalami inflasi sebesar 0,64 persen, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya dengan inflasi sebesar 0,93 persen.

Secara tahun inflasi Pangkalpinang sebesar 5,82 persen (yoy) atau 5,46 persen (ytd). Sementara itu Kota Tanjung Pandan mengalami deflasi 0,68 persen naik dari bulan sebelumnya yang mencatat deflasi 0,58 persen. Disisi lain secara tahunan Kota Tanjung Pandan mengalami inflasi sebesar 1,53 persen (yoy) atau 2,94 persen (ytd).

"Ada pun komoditas yang paling banyak menyumbang inflasi di Bangka Belitung sebagian besar dari bahan pangan daging ayam ras, ikan selar, ikan kerisi, bawang merah dan cabai merah," ungkap Bayu.

Oleh karena itu menurutnya koordinasi pengendalian inflasi ke depan perlu diperkuat melalui Forum Pengendalian Inflasi Daerah terutama menjelang tahun baru.

Untuk itu Bayu meminta agar TPID diharapkan dapat memastikan ketersediaan pasokan menjaga kelancaran distribusi bahan kebutuhan pokok, perbaikan tata niaga serta diseminasi informasi dan pembentukan ekspektasi publik.

Penulis: nurhayati
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved