Pasokan Sayur Masih dari Luar, Tamizi Ingin Tingkatkan Produksi Pertanian

Bupati Bangka H Tarmizi Saat berterima kasih dan memberikan apresiasi atas kerjasama dengan Bank Indonesia

Pasokan Sayur Masih dari Luar, Tamizi Ingin Tingkatkan Produksi Pertanian
Nurhayati/bangkapos.com
Bupati Bangka H Tarmizi Saat berfoto bersama Kepala Bank Indonesia Perwakilan Babel Bayu Martanto, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan M Kamil Abubakar, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Thony Marza, dan Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Bangka Suhodo usai penandatanganan Memorium of Understanding (MoU) kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bangka dalam pengembangan ekonomi dan peningkatan daya saing daerah di Kabupaten Bangka, Rabu (12/10/2016) di Ruang Bangka Bermartabat Kantor Bupati Bangka. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Bupati Bangka H Tarmizi Saat berterima kasih dan memberikan apresiasi atas kerjasama dengan Bank Indonesia Perwakilan Kepulauan Bangka Belitung dalam pengembangan ekonomi dan peningkatan daya saing daerah di Kabupaten Bangka serta bantuan dana kepada lima Kelompok Wanita Tani di Kabupaten Bangka dan Ponpes Bahrul Ulum Islamic Center.

"Kita bersyukur Bank Indonesia bekerjasama dengan kita biarpun pelaksanaannya sudah berjalan," ungkap Tarmizi dalam sambutannya pada penandatanganan Memorium of Understanding (MoU) kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bangka dalam pengembangan ekonomi dan peningkatan daya saing daerah di Kabupaten Bangka, Rabu (12/10/2016) di Ruang Bangka Bermartabat Kantor Bupati Bangka.

Bantuan yang diberikan BI Pewakilan Babel ini menurutnya selaras dengan program Pemkab Bangka untuk memajukan pertanian tangguh yang meliputi perkebunan, pertanian tanaman pangan, holtikultura dan tanaman sayuran.

Diakuinya bahan kebutuhan pokok termasuk sayuran di Kabupaten Bangka banyak dipasok dari luar daerah. Oleh sebab itu Pemkab Bangka berkepentingan untuk meningkat produk pertanian bahan pangan ini.

"Kita punya tanah empat hektar di Rebo karena kita belum punya kebun contoh untuk masyarakat seperti perkebunan misalnya lada macam-macam dengan bibit yang berbeda, dengan tajar atau junjung berbeda, belum ada. Jadi kita berbicara dengan petani ini masih banyak berteori. Makanya ini nanti kita akan kumpulkan sarjana pertanian, perkebunan, perikanan akhir bulan ini. Kita ingin ada masukan secara konferensif," harap Tarmizi.

Menurutnya kebutuhan pasokan bahan pangan dari masyarakat ini juga nanti untuk mencukupi kebutuhan kawasan ekonomi khusus (KEK) di Kabupaten Bangka.

Selain itu adanya program one product one village yakni satu desa satu produk cikal bakalnya dari Kelompok Wanita Tani inilah untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan tersebut.

Dia mencontohkan seperti di Desa Merawang yang menjadi sentra tanaman sayuran dan Desa Air Duren yang menjadi sentra tanaman nanas.

Penulis: nurhayati
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved