Sian Sugito: Saya Anti KIP, Sesak Saya Tiap Hari Lihat Penyu Mati

Kalau masalah KIP Parai malu-malu mengatakan anti. Saya mengatakan anti untuk KIP. Kalau masih ada KIP saya anti

Sian Sugito: Saya Anti KIP, Sesak Saya Tiap Hari Lihat Penyu Mati
Bangkapos.com/Nurhayati
Kegiatan konfrensi pers Wonderful Sail 2 Indonesia yang dipandu Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bangka Teddy Sudarsono, Rabu (12/11/2016) di Ruang Meeting Parai Beach Resort and Spa Sungailiat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Kontradiktif antara pertambangan timah di laut yang dilakukan oleh Kapal Isap Produksi (KIP) maupun Timah Inkonvensional (TI) apung dengan sektor pariwisata maupun nelayan menjadi polemik yang tidak berkesudahan.

Apalagi hingga kini belum adanya zonasi yang jelas bagi sektor pertambangan timah, pariwisata maupun daerah tangkapan nelayan yang diatur oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di perairan di Babel ini.

Mengenai keberadaan KIP ini, Manajer Operasional Parai Beach Hotel and Spa Anton Katim menyatakan mereka dari sektor pariwisata tidak setuju terhadap operasional KIP di daerah-daerah pariwisata.

Namun pihaknya tidak bisa mencampuri soal operasional KIP tersebut. Pihaknya hanya ingin meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Parai bisa datang dari sisi darat, laut dan lain untuk meningkatkan kunjungan pariwisata daerah.

"KIP saya tidak bisa ikut campur karena ini kebijakan pemda," kata Anton saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai bagaimana pengembangan wisata jika masih banyak KIP yang beroperasi di Laut Bangka saat konfrensi pers mengenai Wonderful Sail 2 Indonesia, Rabu (12/10/2016) di Ruang Meeting Parai Beach Resort and Spa Sungailiat.

Berbeda dengan Anton, Sian Sugito Pemilik Pantai Tongaci dan Penangkaran Penyu, secara tegas menyatakan anti dengan KIP.

"Orang sering melontarkan masalah ini tapi nanti ada yg sakit hati. Kalau masalah KIP Parai malu-malu mengatakan anti. Saya mengatakan anti untuk KIP. Kalau masih ada KIP saya anti," tegas Sian.

Sebagai pemilik penangkaran penyu ia merasa KIP menjadi faktor penyebab matinya sebagian penyu yang dipeliharanya.

"Kasihan penyu-penyu, tiap hari mati nyesek hati saya. Masalah KIP perih rasanya, capek! Saya tidak tahu harus bagaimana lagi," ungkap Sian.

Halaman
123
Penulis: nurhayati
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved