Bank Indonesia Kembangkan 158 Klaster Ketahanan Pangan
Untuk penguatan pangan di Indonesia sejak tahun 2006 hingga saat ini Bank Indonesia (BI) telah mengembangkan sebanyak 158 klaster
Penulis: khamelia | Editor: Hendra
Laporan Wartawan Bangka Pos, Khamelia
BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Untuk penguatan pangan di Indonesia sejak tahun 2006 hingga saat ini Bank Indonesia (BI) telah mengembangkan sebanyak 158 klaster UMKM ketahanan pangan.
Klaster meliputi 15 komoditas di 45 kantor perwakilan BI di seluruh Indonesia. Pengembangan klaster tentu saja disesuaikan dengan kondisi dan potensi daerah setempat.
"Pengembangan klaster yang dilakukan oleh Bank Indonesia sebagai upaya pengendalian inflasi. Pengembangan klaster diarahkan pada komoditas yang mendukung ketahanan pangan, komoditas sumber tekanan inflasi dan berorientasi ekspor," ujar Deputi Direktur Departemen Pengembangan UMKM Bank Indonesia, Ika Tejaningrum saat temu wartawan daerah di Jakarta, (10/10).
Ia menjelaskan strategi pengembangan klaster akan dibagi per regional yang didasarkan pada pemilihan komoditas yang memiliki kontribusi inflasi terbesar (volatile foods) masing-masing regional.
Ike mencontohkan seperti Sumatera berupa beras, cabai merah, daging ayam ras, telur ayan dan bawang merah.
"Dengan klaster ini juga untuk menjadi contoh kepada masyarakat sekitar dari jenis komoditas apa yang dikembangkan yang bisa menekan inflasi," tuturnya.
Dikatakannya ada tiga pendekatan yang akan dilakukan untuk penguatan manfaat klaster agar bisa meningkatkan kesejahteraan petani dan peningkatan inflasi.
Yakni kelembagaan, produksi atau budidaya, dan pendekatan teknologi.
"Persoalan inflasi dan klaster ini tidak terlepas dari komitmen dari berbagai pihak terutama dengan Pemda setempat. Untuk itu sangat diharapkan kontribusi dan peran serta pemerintah dalam menekan angka inflasi di daerah," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/tarmizi-dan-bayu_20161012_134759.jpg)