Galaxy Note 7 Akhirnya Harus Tutup 'Usia', Ternyata Ini Penyebabnya

SAMSUNG sudah mengambil keputusan besar terkait Galaxy Note 7. Perusahaan asal Korea Selatan tersebut sudah menyetop produksi dan penjualan ...

Galaxy Note 7 Akhirnya Harus Tutup 'Usia', Ternyata Ini Penyebabnya
The Verge
Samsung Galaxy Note 7 milik Brian Green 

SAMSUNG sudah mengambil keputusan besar terkait Galaxy Note 7. Perusahaan asal Korea Selatan tersebut sudah menyetop produksi dan penjualan perangkat yang sejatinya bakal menjadi lawan sepadan bagi iPhone 7 itu.

Meskipun begitu, keputusan penghentian itu menyisakan pertanyaan besar. Apa sebenarnya penyebab terbakarnya beberapa unit Galaxy Note 7 tersebut?

Beberapa teori sempat mengemuka. Akan tetapi, Samsung sendiri belum menyebutkan penyebabnya secara pasti.

Mengapa? Menurut The Verge, sebagaimana KompasTekno rangkum, Kamis (13/10/2016), pihak Samsung sendiri dikabarkan masih belum menemukan jawaban pasti di balik permasalahan.

Bahkan sekarang, satu bulan setelah kasus terbakarnya Galaxy Note 7 mencuat, Samsung tidak menemukan teori resmi mengapa insiden itu terjadi, meski sudah menugaskan ratusan teknisi.

Bukan karena baterai
Awalnya, Samsung menduga peristiwa tersebut terjadi karena cacat produksi baterai dari anak usaha Samsung SDI.

Samsung sudah menemukan jalan keluar dengan menugaskan pabrikan baterai asal China, ATL, untuk memproduksi baterai yang aman bagi Galaxy Note 7. Hanya saja, beberapa hari setelah merilis Galaxy Note 7 versi aman, kasus terbakar kembali terjadi.

Hal itu seperti ingin mengindikasikan bahwa baterai tidak bisa disalahkan atas kasus ini.

"Terlalu cepat untuk menyalahkan baterai," ujar Park Chul-wan, seorang mantan petinggi Center for Advanced Batteries di Korea Electronics Technology Institute.

"Saya rasa tidak ada yang sama dengan mereka (baterai) dan bukan menjadi masalah utama," imbuh Park.

Park sendiri menduga bahwa kompleksnya fitur yang dimiliki Galaxy Note 7 menjadi alasan utama mudah terbakarnya Note 7.

Diketahui, Galaxy Note 7 merupakan flagship teranyar Samsung yang dirilis pada awal Agustus lalu di New York, AS. Kemunculannya disambut pujian bertubi-tubi, namun akhirnya cuma berumur sekitar dua bulan di pasar.

Samsung akhirnya menarik (recall) 2,5 juta unit Galaxy Note 7 yang beredar di pasaran pada awal September lalu. Tak berselang lama, Samsung menyetok kembali Galaxy Note 7 yang diklaim sudah diperbaiki dan aman.

Sayangnya, lima kasus ledakan di Amerika Serikat membuktikan bahwa versi aman itu sejatinya tidak aman. Alhasil, keputusan besar diambil Samsung pada awal pekan ini. Galaxy Note 7 harus tutup usia. (*/The Verge,)

Penulis : Deliusno

Editor: asmadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved