Bocah Ini Tinggalkan Bangku Sekolah Bekerja 10 Jam Sehari, Jika Setengah Hari Tak Dibayar

Bocah ini memilih untuk tidak melanjutkan alias putus sekolah untuk bekerja membantu ekonomi orangtua.

Facebook Shary BasSamuel
Seorang bocah putus sekolah yang bekerja di sebuah pabrik sedotan daerah Tambak,Grogol, Sukoharjo. 

BANGKAPOS.COM, SUKOHARJO - Banyak anak usia sekolah memilih untuk tidak melanjutkan alias putus sekolah untuk bekerja membantu ekonomi orangtua.

Seperti yang dialami bocah dikisahkan pemilik akun Facebook bernama Shary BasSamuel di salah satu grup Facebook, Jumat (14/10/2016).

Akun ini menceritakan kehidupan seorang bocah putus sekolah yang bekerja di sebuah pabrik sedotan daerah Tambak,Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah.

"Misi mas2 seng bagus2 & mbak2 seng ayu2,Numpang Lewat ya...barang kali da grup in ad yg kenal ni anak.Ni anak hrs putus sekolah mskpn ni anak tdny pgen sekolah banget,pi pa daya smua krn keadaan ekonominy"katanya.

Bocah yang tidak diketahui identitasnya tersebut, bekerja mulai dari jam 07.00WIB hingga pukul 17.00 WIB.

Jika tidak masuk kerja gaji akan dipotong dan masuk setengah hari pun tidak dibayar.

",kerja mulai jam 7 pulang jam 5 jd 10jam kerja hari sabtu tetep sama,bgtu jg klu ngk masuk gaji jg dipotong dan masuk setengah haripun ngk dibayar.....miris dgar cerita org2 yg bekerja distu"ungkapnya.

Ia menambahakan, meminta pemiliki pabrik agar lebih memperhatikan dan menghargai setiap pegawainya pegawainya.

"tmn2 yg ad digrup in atau ad yg jd bos atau pya karyawan hargailah tenaga karyawan anda.inilah kisah hidup seorg anak yg hrs putus sekolah krn keadaan ekonomi ortuny.Sekian dr saya mksh"tutupnya.

Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved