Bupati Bangka Saran Guru Lebih Baik Konsumsi Air Putih dari Pada Teh Manis

Pengalaman ini sudah dialaminya saat menjadi guru di pondok pesantren dan menjadi guru di SMA PGRI dimana

Bupati Bangka Saran Guru Lebih Baik Konsumsi Air Putih dari Pada Teh Manis
Bangkapos.com/Nurhayati
Para guru saat menghadiri kegiatan sosialisasi program peningkatan mutu pendidikan bagi guru bidang matematika dan smart teaching, Rabu (12/10/2016) di Ruang Pertemuan SMKN 1 Sungailiat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Bupati Bangka H Tarmizi Saat mengingatkan para guru agar lebih banyak mengkonsumsi air putih ke timbang minum teh manis yang selalu tersedia di meja guru, karena bisa mengakibatkan penyakit gula atau darah manis.

"Ini ada penelitian dari dinas kesehatan para guru ini banyak yang kena darah manis. Apa sebabnya karena di meja kalian banyak teh manis. Ini banyak guru yang kena darah manis," ungkap Tarmizi kepada para guru, Jumat (13/10/2016).

Pengalaman ini sudah dialaminya saat menjadi guru di pondok pesantren dan menjadi guru di SMA PGRI dimana selalu disediakan teh manis di mejanya.

Menurutnya boleh minum teh manis tetapi jangan terlalu banyak karena bisa mengakibatkan darah manis. Diakuinya darah manis inilah yang mengakibatkan orang kadang harus menjalani cuci darah atau hemodelisa.

Ia mengaku, sudah mengalami cuci darah akibat penyakit kista ginjal yang dideritanya.
"Mulai hari ini minta air putih saja, ade ge lebih irit dan lebih sehat," saran Tarmizi.

Dia juga mengatakan, baru mendatangkan ahli dari PT Renalt Time dari Singapura untuk membuka pusat cuci darah terbesar di Indonesia dan menambah jumlah peralatan cuci darah di RSUD Sungailiat dan RSUD Eko Maulana Ali Belinyu.

"Banyak pasien yang antri dari Belinyu kadang 20 orang dari Bangka Barat 30 orang belum yang dari Pangkalpinang banyak ini. Ada tiga orang cuci darah karena darah manis sudah akut, pertama cuci darah rutin, kedua cuci darah dan ketiga transplantasi tidak ada pilihan lain dan ke empatnya Innalillahi Wainnalillahi Rojiun," ungkap Tarmizi.

Menurutnya guru harus bisa menjaga kesehatan karena rentan kena penyakit darah manis dan darah tinggi karena menghadapi anak-anak didik. "Ini harus jadi perhatian kita semua," kata Tarmizi.

Penulis: nurhayati
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved